Paradise pict

Paradise pict

Friday, March 22, 2013

Part 36

Like My Promise (part 36)

Skipp #Author pov

Wanita paruh baya itu terlihat marah melewati lorong rumah sakit, tangannya memegang beberapa kertas, dibelakang langkahnya tampak seorang pria mencoba menenangkan wanita paruh baya itu "Wanita penipu ! Tega sekali kau melakukan ini pada keluarga ku. Anakmu bukan benih dari anakku !" wanita itu melempar kertas yang dipenggangnya tepat didepan wajah seorang wanita yang tengah menggendong bayinya. Kylie. "angie, jaga sikapmu ini rumah sakit" pria berkacamata yang berdiri disampingnya mencoba menenangkan "mom ada apa ini ?" seorang pria bernama cody nampak datang dengan sekantung plastik di tangannya "cody ?kau kemari sayang ?" wanita yang dipanggil mom olehnya terlihat kaget "i..iya, aku disini. Ada apa ?" tanya cody heran yang melihat lembaran kertas berjatuhan di lantai. Kylie, hanya tertunduk dan menangis dia terus menciumi wajah mungil bayi nya "mom kenapa kylie menangis ?" cody menghampir angie ibunya dengan tatapan heran "dia penipu sayang. Dia mencoba memanfaatkanmu"
"aku sudah tau itu mom" jawabnya singkat "alli, mom pinjam hp mu" alli dengan cepat menyerahkan I-phone nya pada sang ibu "mom, kau mau menelpon siapa ?" tanya alli heran yang melihat ibunya menekan tombol2 itu cepat "polisi. Mau tidak mau kylie harus di penjara" ujar angie enteng "no aunt, jangan jebloskan aku ke penjara. Aku ingin mengurus anakmu, berikan aku kesempatan kedua" kylie menangis, dia meletakan bayinya kembali ke dalam tabung inkubator. Kylie merangkak menghampiri angie, dia masih menahan sakit selepas oprasi sesar "aunt kumohon. Jangan masukan aku ke penjara. Aku tau ini salahku tapi maafkan aku. Kumohon" kylie berlutut di hadapan angie, matanya masih berderai airmata "Nyonya angie" suara itu terdengar lantang dari ambang pintu, membuat orang2 yang ada didalam ruangan ini menolehkan kepalanya "stella ?" cody menautkan halisnya heran, dia menghampiri istri nya yang masih berdiri di ambang pintu "kau menyusulku ?" cody berbisik pelan "iya, aku sangat merindukanmu" ujar stella dengan tatapan puppy nyaa "tapi tidak itu saja" lanjutnya lagi. "kylie, berdirilah" ujar stella menghampiri kylie "ella, maafkan aku. Ini salahku, aku menghancurkan hubungan kalian"
"tidak kylie. Ini bukan salahmu. Aku tau apa maksudmu. Berdirilah" stella menyilangkan tangannya untuk membantu kylie berdiri "nyonya angie. Aku tau kau marah pada kylie. Tapi aku mohon jangan seperti ini. Kylie baru saja melahirkan, dia baru beberapa hari merasakan indahnya menjadi seorang ibu. Dia sama seperti, seorang wanita yang memiliki anak. Coba nyonya bayangkan jika nyonya di posisi kylie sekarang. Kylie hanya ingin yang terbaik untuk putranya. Seperti nyonya pada putra nyonya cody" stella memberanikan diri untuk menghadapi wanita yang menyandang sebutan 'mom' itu. Angie terdiam dan menatap stella "kita bisa bicarakan masalah ini secara kekeluargaan" lanjut stella lagi. Angie diam tak bergeming, dia memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan dan meninggalkan kami. Brad dan alli mengejarnya. "ini pasti bayimu. Dia mirip denganmu ky" stella tersenyum dan menatap bayi yang ada didalam tabung inkubator itu "stella, kenapa kau melakukan ini ? Aku merasa sangat bersalah" kylie menghampiri stella yang berdiri disamping ranjang anaknya "lupakanlah. Aku sudah memaafkan mu kylie. Aku tau bagaimana perasaanmu. Kau sudah memberi nama pada bayi ini ?" stella mencoba mengganti topik pembicaraan "aku belum memberikan nya nama"
"hmm, aku rasa aku memiliki nama untuknya. Tapi biar aku pikirkan dulu. Tak apa?"
"tentu saja, terimakasih stella. Trimakasih" kylie memegang tangan stella tanda mereka sudah berbaikan "stella, bisa kita bicara ?" cody yang sejak tadi diam mulai angkat bicara pada istrinya "tentu saja. Kylie, aku keluar sebentar" kylie tersenyum meng iyakan ucapan stella. Cody menarik tangan stella dan membawa nya ke satu ruangan yang jauh dari lalu lalang manusia "aku benar2 merindukanmu" cody memeluk stella dan mencium bibirnya kasar "cody, kau bisa melukai bibirku" gerutu stella kesal "maaf, tapi aku benar2 merindukanmu. Jadi apa tujuanmu ? Hanya untuk menemui kylie ?" tanya cody
"tentu saja tidak. Tapi untuk ini.."

No comments:

Post a Comment