Paradise pict

Paradise pict

Wednesday, March 20, 2013

Part 35

Like My Promise (Part 35)

Cody Pov

Aku baru saja sampai di australia beberapa menit lalu, aku terpaksa meninggalkan stella di LA karna kylie sedang melahirkan. Jujur aku malas, aku sebenarnya tidak ingin jauh dari stella walau hanya sedikit. Bagiku setiap moment yang terlewati bersamanya adalah hal berharga. Tapi keadaan tidak memihak padaku,mau tidak mau kylie adalah belenggu dalam hubunganku dan stella. Alli bilang anak kylie sudah lahir dan berjenis kelamin pria "Santa carlos hospital" ujarku pada supir taksi yang mengenakan topi dikepalanya. Dia mengangguk dan segera mengijak pedal gas, mobil taksi ini pun berjalan membelah kota aussie di bawah guyuran hujan

#Skipp

"Cody !" seseorang memanggilku saat aku baru saja tiba dirumah sakit, aku mencari asal suara itu. Seorang wanita berambut pirang terlihat melambaikan tangannya diambang pintu, aku tersenyum lalu menghampirinya "bagaimana keadaanmu?" tanya wanita itu memelukku
"seperti yang kau lihat. Aku baik2 saja alli'' ujarku pada adik perempuanku yang bernama alli "dimana stella ? Apa dia tidak ikut ?"
"tidak, ku kira dia mengabarimu" jawabku
"ah aku lupa, padahal tadi dia mengirimku pesan. Ayo masuk" ajak nya. Aku memasuki ruang bersalin di kelas 1 suasa nya terlihat sepi, tapi ada beberapa rangkaian bunga diatas meja "kylie sedang menyusui. Jadi tirainya ditutup" ujar alli menjelaskan "mana mom dan dad ?"tanyaku menyimpang dari ucapannya "mengantar sampel darah anak kylie ke lab"
mendengar ucapan alli aku tersontak, mereka.. Maksudku orang tuaku mengantar sampel darah anak kylie ke lab. Itu berarti test dna akan berlangsung cepat "kau pasti kaget" ujar alli menebak "tentu saja, bukannya mom dan dad.." 
"bersyukurlah karna kau memiliki adik sepertiku. Bulan2 ini aku selalu memberikan pengertian pada mereka. Maksudku, aku kesal dengan sifat dad yang selalu memikirkan reputasi pekerjaan. Dia terlalu fokus pada pekerjaan, sampai reputasi anak nya sendiri terabaikan. Aku kau dan tom merasakan imbasnya, ini yang membuatku berani membantah. Coba kau pikirkan, andai dad dekat dengan kita. Mungkin dad tidak akan termakan oleh ucapan 'bodoh' yang kylie lemparkan" ujar alli menjelaskan. Aku tertegun, usianya terbilang muda, tapi pemikirannya lebih dewasa dibandingkan aku "ucapanmu benar all, trimakasih kau benar2 adik terhebat yang pernah aku temui" ujarku lalu memeluk tubuhnya "cody" kylie memanggilku dari balik tirai, aku menatapnya sinis "kemarilah, ada yang ingin aku bicarakan" lanjutnya, aku berdiri dan berjalan menghampirinya "alli tolong keluar sebentar" kylie menatap alli, alli hanya mengangguk lalu pergi keluar kamar. Ku lihat tubuh kylie sedikit mengurus, selang infus itu pun masih tertancap ditangannya, disamping kasurnya terdapat sebuah tabung bayi "bayiku lahir sebelum waktunya, dia masuk ruang inkubator" kylie menjelaskan, tatapan matanya terlihat kosong tapi ada setetes air mata yang jatuh disudut matanya "kau sudah memberinya nama ?" tanyaku mendekati tabung itu. Tabung itu di lindungi oleh kaca, jadi aku dapat melihat bayinya. Ada beberapa selang disekitar tubuhnya. Ku akui selang2 itu lebih besar dari jari2 mungilnya "belum, aku belum memberikannya nama. Air ketubanku pecah dan terminum olehnya. Dokter sedang berusaha mengeluarkan air itu. Aku benar2 takut bayiku tidak selamat" kylie kembali meneteskan air matanya, aku terpaku menatap bayi itu. Dia terlihat tidak nyaman didalam sana, tangan mungil nya bergerak2 kecil, bibir mungilnya pun sesekali tersenyum. Aku teringat stella, aku membayangkan disaat nanti kami memiliki bayi. Seperti ini kah rasanya ? Bayi ini memang bukan anakku, tapi mungkin ini naluri ke ayahan. Seperti stella saat melihat claris hamil, dia tiba2 memintaku untuk melakukan hubungan itu dan membuat kehidupan didalam perutnya. Mungkin itu juga naluri ke ibuan yang di miliki oleh stella "Tuhan, apa pun itu. Aku berharap kau memberikan malaikat kecil dalam keluargaku" batinku "bayiku tidak mirip denganmu sama sekali. Dia.. Dia mirip dengan mark ayahnya" kylie mengucapkan kata2 itu tertunduk "mark ?" ujarku kaget "oke, aku minta maaf. Ini anak mark, mark yang melakukan ini. Dan dia meninggalkanku, aku butuh pertanggung jawaban untuknya. Tapi, aku tidak pernah menemukan pria bajingan itu. Ini hanya akal2an ku agar bayiku tidak menanggung malu nantinya. Aku benar2 minta maaf, aku merusak hubungan mu dengan ella. Sekarang aku benar2 tidak sanggup menghadapi semua ini. Mungkin jeruji besi akan tersenyum padaku sebentar lagi"

No comments:

Post a Comment