Paradise pict

Paradise pict

Monday, March 18, 2013

Part 31 (1)

Like my promise (part 31)

SPECIAL PART PANJAAAAANGGGGGGG Happy reading

Stella POV
Aku mengendarai mobilku membelah kota LA sore ini, mencari sosok cody yang belum tau dimana keberadaan nya sekarang, aku menghubungi hp nya namun tidak aktif, mendatangi beberapa temannya dan tetap tidak ada. Bahkan tempat dimana aku dan cody resmi berpacaran pun tidak ada. Ya Tuhan, aku benar benar khawatir, dimana pun kau sekarang. Aku sedang mencarimu cody. Aku menghentikan mobilku disamping sebuah kedai. Mengambil nafas dan menghebuskanya panjang, hampir setengah hari ini aku habiskan dijalan, terlihat gila dengan pakaian ku seperti ini “Cody cody cody, where are you?” aku berbacara pada diriku sendiri “Hai, bagaimana kabarmu ? melihat indahnya sore ini apa kalian tidak berminat melihat pantai ? aku rasa cuaca cukup mendukung” suara yang berasal dari radio itu seakan akan menyentakku. Pantai, ya bukankah cody suka pantai dan sunset ? pantai california. Aku rasa bukan satu masalah jika aku mampir kasana. Aku menginjak pedal gaas ku, berharap bisa menemuinya disana..

Author POV #Another place
“Tidak, aku harus menemukan cody sekarang. Bagaimana pun pernikahan ini harus terjadi. Nanti ap kata orang2 kalian mau reputasi perusahaan kalian turun ? brad, kau harus mencari anamu lagi” wanita berambut hitam itu membanting majalah yang sejak tadi ia pegang. “Aku lelah, aku sama skali tidak menemukan cody” brad angkat bicara, tubuh nya berkeringat “Alli, antarkan aku ke rumah stella. Aku tau di pasti disana” kylie mengambil jacket “Kau menyuruhku ? haha kau punya kaki, prrgilah sendiri” alli memasang wajah sinis, sepertinya dia benar2 tidak menyukai wanita yang ada di hadapannya “kau mulai berani melawan kaka iparmu?”
“kaka ipar ? haha aku tidak sudi memiliki kaka ipar sepertimu. Lagi pula kau tidak usah khawatir, aku baru saja pulang dari gedung yang kau sewa untuk pernikahanmu dan aku membatalkanya” alli berucap santai, dia memasukan beberapa butir permen kedalam mulutnya “Plakk”
“Berani sekali kau melakukan itu ? kau gila hah ? kakamu menghamiliku”
“Stop membicarakan hal itu, aku mengetahui cody seperti apa, aku lahir dari satu perut, aku mengenalinya lebih banyak darimu. You just know his name, not his story. Shut up !” Alli menatap mata kylie tajam seolah olah dia benar benar ingin memakan wanita di hadapannya itu “kau tau ? aku benar benar tidak sabar menunngu anakmu lahir, aku ingin membawa nya untuk test DNA. So just waiting kylie. Kau menggali kuburanmu sendiri. Dan umm mom dad, kalian terlalu rapuh untuk dibodohi wanita seperti dia” kylie mengepal jarinya, seolah olah dia merasa terpojok “no brad. Aku benar2 mengandung cucumu”
“stop kylie, ucapan alli ada benarnya. Kita memeng terlalu bodoh, aku bersumpah. Jika saat lahir anak itu bukan anakku cody. Aku akan menjebloskanmu ke penjara” angie angkat bicara setelah bebepapa saat tadi diam. Kylie merubuhkan tubunya diatas kursi, merasa tidak ada seorang pun yang mau mendengar penjelasannya

Stella POV

Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai dipantai ini, aku menemikan mobilku dam memparkirnya asal. Aku segera turun dengan gaun putih yang masih aku kenakan, aku memandang hamparan laut yang luas. Matahari di ufuk sana mulai turun, menghasilkan siluet siluet indah di atasnya, perlahan kakiku mulai menyentuh pasir, hangat dan lembut. Aku berjalan mendekati tepian pantai. Gulungan ombak itu sekan akan menyambutku, aku memejamkan mataku, merasakan hembusan angin yang menerpa wajahku. Mungkin ini stu alasan mengapa cody mencintai pantai “Aku merasakan kau ada disini cody” aku membuka mataku lalu tersenyum simpul. Aku mulai menyusuri tepian, berharap aku menemukan cody di depan sana “I have day everday waiting for you, darling don’t be afraid I love you for a thousand years” aku menyayikan sepenngal lagu itu, aku rasa lagu itu seperti mewakili perasaanku sekarang. Mataku mulai menangkap satu objek lain, di ujung sana seperti ada seseorang yang tengah berdiri, melempar gumpalan pasir keatas pantai. Aku berjalan menghampiri “Cody” aku berucap pelan, aku ingin menghampiri dia secara tiba tiba. Aku dapat melihatnya dengan jelas, aku berdiri dibelakan tubuhnya secara diam diam, menghirup aroma farpumnya yang khas “I miss you” ujarku dalam hati. Dia terlihat tampan dengan tuxedo nya, memperlihatkan betapa seorang prianya dia saat ini “egois ! kau terlalu egois untuk mempercayai kata kata kylie ! dan sipa taylor ? kau dengan mudahnya mendapatkan pria lain dan tidak memperdulikanku, dan kau berani memberikan tanganmu padanya. Padahal kau sudah janji tidak akan menyentuh pria lain selain aku. Mabuk dan pulang bersama pria lain, kau pikir aku tidak menguntit mu selama kita lost contact ? aku selalu mampir, menelponmu, mengikutimu. Tapi aaaahhh, kenapa harus ? dan satu lagi, aku sekarang menium aroma farpummu nona collin !” cody, dia seakan akan tengah bicara padaku, nada suaranya seperti menunjukan satu kesedihan, aku tersenyum mendengarnya “Masih ingin mengataiku ?”
“Tentu saja, aku kesal dan…” ucapannya terhenti, dia menggaruk rambutnya pelan merasa ada sesuatu yang lain dibelakangnya “hai simpson” aku memeluk tubunya erat, mencium lehernya lembut “Im sorry” ujarku berbisik “Stella ? ini benar2 kau ?” Cody berbalik dan memegang wajahku “Yes I am” ujarku tersenyum “I miss you” ujarnya lalu kembali memelukku “Maaf aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu” ujarku
“Pernikahan ? aku membatalkannya, aku tidak ingin ada wanita lain selain kau yang menjadi istriku. Aku akan buktikan jika aku benar benar tidak melakukan apapun pada kylie” cody menatap nanar kearaku “aku percaya kau cody, aku percaya, kau pria baik”Cody tersenyum “Kau mabuk kemarin ? dan siapa taylor ?” cody melepaskan pelukannya dan memasang wajah sedikit menakutkan, sepertinya dia mau mengintrogasiku “aku mabuk, dan taylor hanya teman. Dia tidak melakukan apa pun”
“menyentuh tubuhmu ? jangan berbohong. Aku tau” cody meletakan tangannya diatas wajahku, wajahnya semakin mendekat, astaga aku rindu tatapan damainya. Semakin dekat dan dekat “Cup” cody menngulum bibirku singkat “itu untuk kelakuan gilamu yang mabuk” “Cup” cody kembali melatakan bibirnya diatas bibirku “Itu untuk langgaran janjimu yang berani menyentuh pria lain selain aku. Dan, ini ciumanku yang panjang karna aku sangat merindukanmu” aku terdia saat cody kembali menciumku, dia mencium bibirku penuh nafsu, menggulumya lembut, sesekali dia menggit bibir bawaku dan memainkan lidahnya, aku mulai mengikutu permainanya. Dia semakin liar dan menarik tububku masuk kedalam pelukannya, membuka pengikat rambutku dan menjabakknya pelan “kau cantik denag gaun ini” ujarnya disela sela permainan kami, tangannya mulai meraih kancing gaunku, membukanya satu persatu dan “Cody, kau mau melakukan itu disini ? ini pantai, lagi pula kita belum menikah “ aku melepas ciumannya dan meraih tangannya yang mulai nakal “maaf, hampir saja” ujarnya mengecup keningku “kau terlalu hot” lanjunya lagi, aku memutar jengah kedua bola mataku “aku benar benar akan menikahimu malam ini. Persetan dengan kylie, aku yakin restu orang tuaku akan datang nanti. Yang jelas aku ingin menikahimu malam ini, kita panggil bibi grace sebagai saksi. Kita sudah dewasa, dan kita yang menentukan jalan hidup kita sekarang. Kau mau menikah denganku ?” aku menelan lidah karna tidak percaya, aku terus menatap matanya. Seperti ada sebuah keyakinan didalamnya “malam ini ?” kataku tidak percaya “yes, this night, You will ?” aku tersenyum lalu memeluknya “Of course I will. I love You” ujaku “I love you more, kita temui bibi grace sekarang” cody menggegam tanganku, aku berjalan menuju mobil dan meletakan kepalaku di pundak nya..

No comments:

Post a Comment