Paradise pict

Paradise pict

Thursday, March 7, 2013

Part 28

Like My Promise (Part 28

-Author pov-

"apa ? Haha ini konyol dan sangat gila !" pria berambut emas itu membanting meja kasar, membuat beberapa benda diatasnya tergeser 
"mom tidak peduli, kau harus tetap bertanggung jawab"
"tidak, aku tidak melakukan apapun. Apa yang harus aku pertanggung jawabkan ? Kylie hanya wanita gila yang kembali mampir ke dalam kehidupanku" pria bernama cody itu menatanggarang ke arah wanita berpakaian hitam yang duduk disamping ibunya. Wanita itu menangis "apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan ? Malam itu kau mabuk dan datang ke apartmenku, kau memaksaku untuk melakukannya. Aku menolak, tapi kau terus memaksa seperti orang yang tengah kesurupan. Dan, semua itu berlangsung sangat cepat" kylie. Wanita itu angkat bicara dengan tangisan yang terlihat sesak "cerita gila apa lagi yang kau buat ? Ku akui kita memang pernah berpacaran. Tapi itu hanya 1 bulan. Untuk menciummu saja aku tidak pernah, apa lagi untuk melakukan hal itu. Kau gila ! Dan Benar2 gila"
"cukup, dad tidak ingin ada keributan disini. Cody listen to me, kau membuat reputasi perusahaan buruk. Dad tidak ingin klien2 dad mengetahui bahwa anaknya seorang pemabuk dan mengambil kehormatan wanita tanpa suatu ikatan. Dad tidak peduli kau mau bicara apa, yang jelas pernikahanmu dengan kylie harus dilakukan secepatnya. Kylie mengandung 6 bulan, dan dad minta setelah kalian menikah, kalian meninggalkan kota LA. Pergilah ke kota lain sampai anak kylie lahir dan berusia 1 tahun. Ini harus kita lakukan agar orang2 tidak curiga" pria paruh baya bernama brad itu berbicara panjang lebar, wajahnya dipenuhi oleh ke khawatiran "aku tidak bisa melakukan itu, sudah kubilang aku tidak melakukan apa pun. Aku tidak ingin menikahi wanita gila bernama kylie itu"
"Cody, kau akan membuat mom mati jika seperti ini"
"harusnya hari ini kita membicarakan pernikahanku dengan stella mom. Aku mencintai stella, dan aku sudah berjanji akan menikahinya. Bukan menikahi dia !" cody mengancungkan jari telunjuknya tepat ke arah kylie, membuat air mata itu kembali jatuh di pipi mulusnya. "kau lebih mencintai dia daripada mom ? Ya tuhan, dimana anakku ?" angie berkata nanar, matanya menatap wajah sang anak sayup sebelum akhirnya tak sadarkan diri

-Stella pov-

Hancur, seperti ditimpa oleh benda berat. Sakit seperti ditusuk oleh jutaan jarum, rasanya bumi berhenti berputar untukku. Aku berdiri mematung menyaksikan keributan yang terjadi didepanku, sesak, aku merasa udara seperti berlari menjauhiku. Aku benar2 tidak bisa menahan sakit itu lagi, aku berlari keluar untuk menumpahkan semua kekesalan dan kekecewaanku. Aku menyusuri koridor untuk menuju lift, apa pun itu aku ingin pergi dari tempat ini secepatnya. Aku merasa seperti wanita bodoh yang mau menerima janji busuk dari pria bernama cody itu. Bodoh kau memang sangat bodoh stella. Tidak kah kau lihat ? Semenjak kau mengenal cody, orang2 yang kau cintai pergi. Orang tuamu, adikmu bahkan kekasihmu steve ! Mereka pergi saat kau benar2 mengenal pria bejat bernama cody itu. Dimana otakmu ? Apa itu tidak cukup menjadi suatu pelajaran ?
"tunggu !" sebuah cengkraman menghentikan langkahku "dont touch me" aku menangkis tangannya dan berlalu "aku harus menjelaskan ini" suara itu berlari mengikuti. Cody, dia menyusulku. Aku menghiraukannya dan terus berjalan "stella stop !" suara itu terdengar semakin lantang di koridor panjang ini, membuat sebuah gaungan yang terdengar sangat jelas. Aku semakin mempercepat langkahku menuju lift "bruk" cody menarik tanganku dan menyudutkan tubuhku di pojokan lift "lepas" aku berujar dingin tanpa menatap matanya. Pintu lift tertutup dan membawa kami turun dari ketinggian lantai 14
"dengar, aku tidak pernah melakukan apapun dengan kylie. Ini hanya akal busuknya untuk menghilangkan jejak. Kau mengerti ? Aku mencintaimu"
"kubilang lepas" aku sedikit mendorong tubuhnya "lihat aku stella, percayalah. Aku bersumpah aku tidak pernah melakukan itu" cody meraih jemariku dan meremasnya lembut. Aku semakin kesal dan memberanikan untuk menatap matanya. Mata yang selama ini membuatku luluh "aku tidak perlu penjelasan. Aku hanya ingin pulang dan istirahat" ujarku menatap matanya sinis, kuakui aku benar2 tidak kuat saat menatap matanya. Kutekan tombol lift untuk membuka pintunya. Aku melangkah keluar menuju halaman parkir, air mataku kembali jatuh saat meninggalkan cody yang masih berdiri dibelakangku "this end" batinku

No comments:

Post a Comment