Paradise pict

Paradise pict

Saturday, February 23, 2013

Part 26

Like my promise (part 26)

Skipp ~ 1 tahun kemudian

Author pov

Malam itu langit terlihat cerah, setahun berlalu sudah saat stella merayakan ulang tahunnya bersama cody. Dan sekarang, tepat pada tanggal 23 july 2017, stella terlihat anggun dengan dress berwarna merah semata kaki yang ia kenakan, dress yang memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya indah. Rambut coklat emasnya dibiarkan terurai, sentuhan lipstik merah dibibirnya menambah kesan sexy yang melekat..

Stella pov

Jam di layar hp ku tepat menunjukan pukul 7 malam, aku sudah siap dengan dress merah yang dibelikan oleh cody "ting tong" bel itu berdering nyaring, aku tersenyum tipis lalu beranjak untuk membukakan pintu "toooeeet" bunyi terompet itu menyeruak saat aku tengah membukakan pintu. Cody terlihat tampan dengan tuxedo yang ia kenakan, rambutnya dibentuk rancung keatas, tampan, bahkan sangat tampan. Batinku "selamat ulang tahun yang ke 20 sayang. Dan selamat hari jadian untuk kita yang setahun" ujarnya lalu memeluk tubuhku erat "kau sangat menggoda dengan dress ini" sebuah kecupan hangat mendarat di leherku, meninggalkan kesan geli yang membuat gairah itu bangkit "trimakasih, kau juga tampan sayang"
"sudah siap ?"
"tentu saja, tapi aku lupa mengambil tasku. Tunggu sebentar" ujarku lalu kembali masuk ke dalam apartmen, aku membuka lemari besarku untuk mengambil tas yang senada dengan dressku, saat aku hendak mengambilnya. Kotak musik yang berada disamping tas itu ikut tergeser dan hampir jatuh "ups, untung saja" aku menangkap kotak musik itu sebelum ia sempat menyentuh lantai dan pecah, aku menghela nafas panjang lalu mengabil tissue untuk mengelapnya, berdebu. Aku rasa aku sudah 2 tahun tidak melihat benda ini, benda yang hampir 12 tahun terkunci, 2 patung pria dan wanita yang berdansa masih tetap berpelukan di dalam sana, aku rindu melody nya, melody yang membuat 2 pasang patung itu berdansa. Sosok teman masa kecil ku kembali menyeruak memenuhi isi otakku, aku lupa misi utamaku adalah mencarinya. Tapi itu seakan2 hilang saat aku berhasil menemukan cody "stella, kau sedang apa ?" suara itu datang membuyarkan lamunanku, aku tersontak kaget, lalu cepat2 memasukan kotak musik itu kedalam tas "ah tidak sayang. Aku hanya kelupaan sesuatu" ujarku kikuk, cody hanya tersenyum lalu memegang tanganku "kita pergi sekarang ya" ajaknya lembut

#Skipp Author pov

Makanan mewah, tempat romantis, alunan musik yang menawan menambah kesan indah malam ini, sepasang sejoli di pojok ruang sana tengah menikmati santap malam yang romantis, sebuah lilin menyala ditengah meja seakan akan kontras dengan tempat yang memang sedikit gelap "kau suka hun ?"tanya pria bernama cody itu, stella hanya tersenyum dan mengangguk. Dia tidak pernah habis pikir, mengapa pria yang dihadapannya sekarang ini selalu romantis padanya. Tidak pada hari2 tertentu, tapi bisa dibilang hampir setiap hari "mau tambah makan malam lagi ?"
"tidak cody, aku kenyang" ujar stella mengusap perutnya, menunjukan bahwa memang perutnya sudah penuh terisi makanan. "kita akan ke satu tempat indah lagi" ujar cody lalu mengecup punggung lengan stella hangat

#Skipp Cody simpson pov

Aku hendak membawa stella menuju satu tempat indah lainnya, aku sengaja menutup matanya. Tak butuh waktu lama dari pusat kota, aku sudah sampai di tempat yang bisa kubilang cukup romantis "angkat kakimu pelan" ujarku menuntun langkah stella "kita akan kemana ?" tanya stella bingung "oke, sekarang duduk" ujarku menyimpang dari per tannyaannya "apa yang kau rasakan ?"
"naik, aku merasa ada yang membawa kita naik. Cody, aku takut" ujarnya dengan raut wajah yang nyaris seperti melihat hantu "haha no hun, ini sangat indah" ujarku memeluk tubuhnya "ayolah, kau menutup mataku. Bagaimana aku bisa liat?" gerutunya kesal "oke2. Kita sudah diatas. Sini, biar aku bukakan penutup matanya"

Stella pov

Cody membuka penutup mataku, aku sedikit mengucak mataku, agak buram ternyata jika tertutup lama "bagaimana menurutmu ?"tanya cody tersenyum menunjukan deretan giginya yang putih "kita dimana ?"tanyaku bingung "didalam gondola, kita sudah dipuncaknya"
"maksudmu biang lala ? Ayolah, ini tinggi sekali" ujarku mendongkak kepala saat melihat gedung2 tingggi itu seakan akan hanya berukuran 7 cm "kau lihat ? Itu pantai california. Dan dibalik gedung tinggi itu patung liberty" ujarnya mengacungkan jari telunjuk

Part 25 (2)

Like My Promise (Part 25) ~ lanjutannya

#Skipp #Author pov

Bulan menggantung terang di langit hitam sana, bintang2 itu masih setia menemaninya untuk menggantikan tugas matahari. Seorang wanita berambut coklat ke emasan itu tertidur pulas diatas ranjang miliknya. Namun suara merdu dengan alunan gitar itu terpaksa membangunkan mimpi indahnya.

Cody pov

Jam menunjukan tepat pukul 00.00, aku membawa sebuah kue tart kecil dengan lilin diatas nya. Aku memang masih bermalam di apartmen stella, ku lihat dia tengah tertidur pulas diatas ranjangnya. Aku menghampiri stella yang masih tertidur. 'happy birthday stella, happy birthday stella, happy birthday happy birthday happy birthday stella" aku memetik gitarku lembut, menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuknya. Stella menggeliat pelan, dia mengucak kedua mata nya "cody, kau kah itu ?" ujarnya seperti suara anak2. Keadaan saat ini memang gelap, aku sengaja mematikan semua lampu, hanya ada sinar lilin yang menyala ''iya stella, ini hari ulang tahunmu" ujarku mengelus rambut coklat emasnya lembut "benarkah ? Tanggal berapa sekarang ?" ujarnya kikuk "23 july 2016" 
"astaga, aku saja lupa jika ini hari ulang tahunku" ujar stella menepuk keningnya, aku terkekeh melihat ulahnya "tiuplah. Dan buat permintaan di hari ulang tahunmu" 

Stella pov

Aku menutup kedua kelopak mataku di hadapan sebuah kue tart dengan lilin ber angka 19 diatasnya, membuat suatu harapan di usiaku yang mulai beranjak dewasa. "sudah" ujarku setelah beberapa menit berdoa dan membuat harapan "huuffpp" aku meniup lilin itu hingga padam. Gelap, dan tidak terlihat apapun "cody, bisa kita nyalakan lampunya ? Kau bisa melihatku ?"ujarku mulai takut, sebuah sentuhan hangat menyentuh tanganku, menggenggamnya erat "aku bisa melihat mata biru terang milikmu stella" suara itu terasa hangat berhembus di telingaku, membuat sebuah kesan erotis, aku mendesah geli, genggaman tangannya kini meraih pipiku, memegang nya lembut, aku merasakan hembusan nafas cody semakin dekat. Tapi.. aku benar2 tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, ini..ini benar2 gelap, hidungku terasa bertabrakan dengan hidung milik cody, aku menarik kaos nya dan meremasnya kuat, sesuatu yang basah dan lembap menyentuh gundukan bibirku, cody menggulumnya lembut dan mengigitnya pelan "ssshh" aku mendesah menerima ciumannya, cody semakin membuat ciuman ini panas, dia mengelus rambutku dan menarik pinggangku untuk masuk kedalam pelukannya "co..cody I can't breath" ujarku sesak, cody perlahan melepaskan ciumannya "I Love you ella" ujarnya langsung memelukku, aku hanya diam dan mencoba mengatur nafasku. Rasanya jantungku terpompa lebih cepat saat mendengar perkataannya. Jujur, belakang ini aku memang memiliki rasa lebih terhadapannya, bagiku cody mampu membuatku kembali tertawa lepas, membuatku merasa jika aku tidak pernah sendiri, aku mengelus rambutnya pelan "stella, kau mendengarku ? Aku mencintaimu" ulangnya lagi "iya cody aku dengar. I love you too" ujarku semakin menenggelamkan kepalaku didalam dada bidannya, mendengar detak jantungnya yang seperti sebuah melody, desiran darahnya yang seperti gulungan ombak dilaut sana "will you be my girlfriend ?"
"yes I will" ujarku mengiyakan. Cody mengecup puncak kepalaku lembut "ini hadiah terindah di usiaku yang ke 19. Trimakasih" ujarku sedikit melonggarkan pelukanku "dan ini hari terindah dalam hidupku" ujar cody mengecup keningku lembut "ternyata ciumanmu cukup buas, bisa aku mencobanya lagi ?"tanya cody sembari menggaruk tengkuk lehernya "tentu saja.. Tidak haha" ujarku menjulurkan lidah, cody hanya memajukan bibirnya dan mendesah "cuup" aku mencium bibir nya cepat "bisa lebih lama ?" ujarnya dengan senyuman nakal "cody, kau ini" ujarku mencolek pipi cody dengan coklat diatas kue tartku "hmm, mau perang rupannya" cody mengambil coklat diatas kue lalu hendak meletakannya diatas wajahku, aku berlari menuruni kasur lalu menyalakan lampu ''no cody, aku sedang tidak ingin perang" ujarku sembari berlari menghindarinya. Kami seperti anak kecil sekarang, berlari melewati dapur, ruang makan, ruang santai, saling melempar bantal dan tertawa lepas bersama "haha, kena kau" cody menangkapku di balkon kamar, dia memeluk pinggangku erat "haha, aku akui kau memang hebat" ujarku meletakan tangan diatas tangannya "jam 01.00, LA indah bukan dimalam hari ?" ujar cody mencium leherku "indah" jawabku seadannya "bersiaplah, kita akan jalan2 sekarang" aku berbalik menatap mata aquanya "jam 1 pagi ? Kau serius ?"tanyaku kaget "tentu saja, lagipula LA tidak pernah tidur bukan ?" ujar cody lalu kembali memajukan bibirnya, aku mendorong dada pelannya "kau bilang aku harus bersiap kan, jadi tunggu disini" ujarku lalu meninggalkannya..

Wednesday, February 20, 2013

Love, Love, Love

bla.. bla.. bla... (LOVE)

rabu, 20-03-2012
hari ini gue seneng banget, benget, benget! napa? namanya? kita anggep aja initial namanya "H".
 
    gue mau ngebagiin, karena ini hal yang menarik bagi gue :D. ceritanya gini::::
gue kan masih anak sekolahan jadinya gue pergi kesekolah untuk nimbah ilmu, sebelum belajar kami tuh ada Apell di lapangan dan waktu itu barisan gue sejajar ama yang nama H itu, gue selalu aja lirik kesamping kanan. setelah 5 menit kemudian, ada aba-aba kalo kelas 7.1 dan 7.2 pindah ke barisan paling kanan, POWER gue langsung aja downnnnnnnnnn, selesai Apell gue melirik kesamping kiri, dan ternyata yang H itu lirik kesamping kanan Jadi kita salling menatap muka deh :D :D.. Dia pun tersenyum dan gue pun bales dengan senyum yang paling bangga.
      Hari ini gue masih ulangan, selsai ulangan kita langsung aja ke kantin untuk makan, tapi gue bilang sama temen gue, gue nyusul aja karena gue mau ke toilet. Setelah gue keluar dari toilet gue langsung menuju ke kantin, dan ternyata H itu liat gue dan dia ngasih liatin senyum yang bikin gue melayang :D .
       Pulang sekolah, sekrng kita harus bilang yeeehhh! tapi gue kan ikut OSN dan ternyata yang ikut OSN gak boleh pulang, akan ada pertemuan dan setelah gue ama temen gue menunggu, gue lihat H lagi bareng temennya, dri ujung rambut sampe ujung kaki gue terus ngeliat dia! , akhirnya dia liat aku trus liatin senyumnya lagi! tapi gak tau kenapa gue juga ikutan senyum? 

kta temen gue, gue lagi pada masa suka ama dia! tapi gue tuh ama dia hanya temen biasa aja, dan gue gak pernah suka ama dia! :p. Temen-temen gue selalu dukung gue suka ama dia, tapi gue gak enak aja masalahnya mantan gue tuh temen baiknya H jadi gue gak enak banget ama mantan gue.. ckckckc.
Menurut gue H itu Imut, ganteng, LAWA, etc. Gue juga belum kenal amat sama dia. Dia orangnya unyuk-unyuk deh, wkwkwkwkwk.

Temen-temen gue dukung trus mereka bilang kalo gue tuh udah suka ama H, tapi gue kan udah bilang gue sukanya ama LM, (mau tau siapa? comment aja!). Kalo yang H itu suka ama gue, gue sih trima-trima asalkan gak playboy kayak mantan gue yang namanya Brayen Pongai.


BTS. Garry , temennya H dia tuh anaknya baik, trus baiknya bisa ditambah banget!. Garry itu juga udah berprasangka kalo gue tuh suka ama H, tapi sebenarnya gak suka ama H. Mulai sekarang gue udah mulai suka, gue bilang suka yah bukan cinta! :p.

ok, smpe ini ajah! Kalo cowok yang gue maksudkan baca blog ini, semoga aja dia gak kepikirin kalo itu dia :D.

Salam pembuat Blogspot dan post ini V Fabi Mamengko ;)

Tuesday, February 19, 2013

Part 25 (1)

Like my promise (part 25)

Stella pov

hari ini aku berencana untuk merapikan beberapa barang yang dikirim oleh pihak bandara. Barang2 tersisa milik mom,dad dan lily ini berada di pojok ruangan sana. Aku merapikan barang2 itu dan menyusunya kedalam lemari kecil. Ada alat make up lily, perhiasan mom dan topi kesayangan dad. Aku mencoba menahan tangis, aku tidak ingin terlihat lemah aku harus bisa merelakan mereka, meski aku sendiri, aku masih merasakan mereka di dekatku sekarang. "stella, ini seperti sebuah data" ujar cody memberikan sebuah disk kecil ketanganku, aku melihat disk itu dan membukannya 'its my voice_lily collin' tulisan kecil itu terlihat apik disamping disk. Aku menautkan halisku lalu mengambil laptop ku..

Author pov

Gadis bermanik biru itu terlihat bingung setelah menerima sebuah disk kecil dari cody. 'its my voice_lily collin' judul itu yang membuat stella bingung, kenapa ? Karna stella pikir lily tidak pernah menceritakan hal ini. Stella mengambil laptop nya lalu memasukan disk itu

"hay aku lily, ini tanggal 28 januari 2016. Ini suara pertamaku. Bye"

"masih dengan lily, sekarang tanggal 16 februari. Terasa aneh tidur sendiri semenjak stella pergi ke LA"

"suara ke tigaku. Aku sedang flu ditanggal 21 februari ini, terdengar aneh. Hidungku mampat!"

"13 maret ulang tahun ke 16 ku haha, hadiah special dari dad adalah hp baruku dari mom adalah kue ter enak diseluruh dunia. Dan, cinta pertamu jake hehe. Tapi mana hadiahmu stella ?"

"voice, ini bulan ke 3 stella di LA. Aku bosan tidur sendiri, I miss you my lala"

"yipe, aku ke LA minggu depan. Tidak sabar melihat wajahmu my lala. Miss you so bad"

"3 hari lagi ke LA, tapi perasaanku semakin takut. Voice, aku harap tidak ada sesuatu yang buruk"

"Ready for jet lag ! Aku dibandara sekarang sedang check in. Ucapan jake tadi benar2 membuatku terkejut. Ternyaataa. Haha stella, aku akan memberitaumu sesampainya di LA. Its gonna be amazing"

Stella pov

Suara itu beralun lembut ditelingaku, seperti menceritakan sebuah cerita, aku tersenyum mendengar suara lily. Gaya bicaranya tidak pernah berubah sejak dulu, meski aku tersenyum, aku tidak bisa menahan sakit yang kurasakan. Butiran bening itu jatuh membasahi pipiku. Sebuah sentuhan hangat menyapa pipiku "aku tidak ingin melihatmu menangis lagi" ibu jarinya mengusap air mataku yang terjatuh, aku menatap dalam mata aquanya "aku merindukan mereka cody" 
Cody menarikku masuk kedalam dada bidangnya. "menangislah sepuasnya sekarang. Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi besok" ujarnya mengecup puncak kepalaku lembut

#Skipp #Another Place

Wanita berambut coklat itu terlihat membantingkan beberapa barang yang ada dihadapannya. Dia terlihat sangar dengan tatapan tajamnya

"Lalu sekarang kau meninggalkanku dan pergi bersamanya ? Dimana otak mu ? Setelah semua yang kau lakukan. Kau mencampakanku. Aku benci. Aku sangat benci padamu mark" wanita itu memukul dada pria yang tertunduk dihadapannya

"kylie. Aku tak melakukan apa pun. Kita memang harus berpisah sekarang" ujarnya dengan wajah penuh penyesalah

"no ! Kau harus tanggung jawab mark. Kau menyakitiku. Kau harus meninggalkan wanita itu sekarang !"

"tidak bisa kylie, pergilah dan lupakan semuanya. Kembali lah pada kehidupanmu dulu, kita berbeda. Kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Its over, I'm gone !" pria bertubuh kekar bernama mark itu pergi meninggalkan wanita yang menangis tertunduk didalam sebuah kamar apartmen, dia terlihat kacau dan sesekali menjambak rambutnya kesal..

Cody R Simpson


Nama Cody Simpson semakin terkenal setelah single Iyiyi diputar dimana-mana. Cowo kelahiran Australia ini mulai terinspirasi untuk bernyanyi karena sering melihat ayahnya menyanyi di acara keluarga. Ia pertama kali belajar gitar pada umur 7 tahun, dan gurunya memberitahukan kepada orang tuanya (Brad dan Angie) bahwa Cody mempunyai bakat di dunia tarik suara. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 2008 Cody menggunakan bakat musiknya untuk menyanyi dan mempublikasikannya di You Tube. Diantaranya adalah "I'm Yours" oleh Jason Mraz, "Cry Me a River" dan "Señorita" oleh Justin Timberlake, "I Want You Back" oleh the Jackson 5, dan lagu dia sendiri, "One" dan "Perfect." Banyak orang melihat videonya dan mulai menyukai cara Cody bernyanyi. Akhirnya Cody ditemukan di You Tube oleh produser Shawn Campbell dan pada tahun 2010 Cody menandatangani kontrak rekaman 4 album dengan Altlantic Records dan single pertamanya, Iyiyi menampilkan rapper Flo Rida. Dan akhirnya seluruh keluarga Cody pindah ke Los Angeles untuk mengejar mimpi Cody.

Cody mempunyai dua saudara kandung, Tom dan Alli. Cody juga berbakat di olahraga renang, ia memenangkan dua medali emas padaQueensland Swimming Championships.Cody sangat dekat dengan adik perempuannya, Alli. Karena Alli ngefans sama Joe Jonas, Cody pernah membawa Alli untuk bertemu dengan Joe Jonas.
Karena pindah ke LA ditambah kesibukan rekaman, Cody harus Homeschooling. Sambil homeschooling, Cody bakalan terus memperdalam pelajaran kesukaannya, bahasa Inggris, karena pelajaran ini membantu Cody saat menulis lagu. Karena sama-sama masih muda dan mengawali kesuksesan dari You Tube, Cody sering disamakan dengan Justin Bieber, Cody sering dianggap sebagai Australia’s Justin Bieber.


Nama Lengkap: Cody Robert Simpson
Tanggal Lahir: January 11, 1997
Umur: 14 (sekarang)
Kebangsaan : Australia
Keluarga : Brad Simpson(ayah),Angie Greenwood(Ibu),Tom,dan Alli (adik)
Nenek : gail greenwood
Warna Mata : Hijau
Pelajaran Kesukaan : Bahasa Inggris
Buku Kesukaan : “Ice Stations” oleh Matthew Reilly
Tim Baseball Kesukaan: ‘New York Yankees’
Makanan Kesukaan : Italian Food, Pizza
Artis Fave : Justin Timberlake
Film Kesukaan : The Hangover
Hewan Kesukaan : Kura-kura
Idola : Michael Jackson
Hewan peliharaan : Anjing, Molly
Twitter : @CodySimpson
Website : www.codysimpson.com

CODYfact :
  • Cody Simpson tidak suka makanan laut.
  • Cody mengatakan bahwa dia "Bukan Hanya Kamu" Music Video akan menjadi hal paling emosional yang pernah karena tidak memiliki happy ending.
  • Cody's favorite song in his album is "Not Just You"
  • Greyson panggilan Cody 'Coco' dan Cody panggilan 'baby face' Greyson. Dan Codymemanggil kita 'Angels':p
  • Cody got verified on May 15th 2010.
  • lagu Angel itu dibuat untuk simpsonizers. How sweet!
  • Nama neneknya adalah Gail dan nama kakeknya adalah Bob. Nama Ibu Nya adalah Angie.Nama Bapa-Nya adalah Brad
  • Cody mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia akan kencan gadis yang merupakanpenggemar nya
  • Dia memiliki seekor anjing bernama Molly, tapi ia meninggalkan Molly di Australia (:
  • Cody terobsesi terhadap sepatu
  • cody is 173 cms tall.
  • New York Yankees is his fav team
  • his fav color is blue.
  • Bulan Oktober besok, Album Cody bakal liris di Indonesia :D RT kalau kamu mau beli~ :D
  • kata caitlin, cody itu orgnya humoris, romantis juga! u,u
  • cody pengen collab sama nicki minaj katanya
  • kata caitlin cody itu anaknya pinter banget dulu pas disekolahnya :D
  • cody gasuka keju.
  • pas mckenzie abis nyanyiin lagu "the last goodbye" cody meluk kenz dari belakang
  • cody suka cewe yang jujur sama periang
  • kata cody siapapun yang mau macarin Alli, harus izin sama dia dulu.
  • cody bilang suaranya Demi Lovato itu bagus banget. 
  • cody itu kalo tengah malem suka gabisa tidur, yah dia maen twitter, mantengin TL orang, HAHA
  • cody suka gangguin Alli.
  • cody pengen nyari pacar.
  • cody's celebs crush is miley cyrus and selena gomez. 
  • cody itu paling gabisa liat cewe sedih. Pasti dia ngehibur cewe yg sedih itu. Uuuuu ♥
  • Tipe cewe cody adalah Rambut panjang,langsing,ga pake behel,warna mata biru,hijau/coklat muda,jujur,dan periang!
  • terkadang cody itu suka ngintipin TL fansnya loh o.O
  • salah 1 cereal favorit cody adalah frosted flakes.
  • kata Alli cody itu setiap saat kerjaannya nyanyi terus. :s
  • kata cody dia lbh milih ngasih cewe coklat drpd bunga. Katanya biar coklatnya bisa dimakan BERDUA ! Awwwww ♥
  • cody sempet suka sama scarlett (lead girl iYiYi)
  • "yes, she's my type. But we're just friend haha" cody to bella thorne.
  • cody can speak french.
  • Nama tengahnya adalah Robert
  • Ia memiliki sisi goofier daripada apa yang ia menunjukkan di Youtube!
  • Dia memiliki seorang adik perempuan dan adik Alli Tom lebih muda.
  • Dia tidak suka melakukan PR
  • Dia memiliki seekor anjing bernama Molly (Dia campuran antara anjing pudel dan anjing lain)
  • Ulang tahunnya 11 Januari
  • Dia tidak punya pacar sekarang!
  • Dia memainkan gitar, ia berenang, tarian dan surfing
  • Dia menyukai makanan Italia
  • Dia memiliki Komputer Mac
  • Dia menyukai Selai kacang dan membenci keju
  • Dia menyukai kota New York
  • Hobi Nya berenang, berselancar, menari, menyanyi, bermain golf
  • Bintangnya adalah Capricorn
  • Nama lengkap Cody adalah Cody Robert Simpson
  • Dia dulu tinggal di Gold Coast, Queensland, Australia, tapi sekarang ia tinggal di Los Angeles,California, Amerika Serikat.
  • Warna Cody favorit biru terang dan hijau
  • Ia suka untuk mengatakan dan tweets '1 -4-3 '. 1 = I, 4 = Cinta, dan 3 = Anda
  • His fanclub name is Simpsonizer
  • username di youtube adalah CodySimpsonMusic
  • Mantan pacarnya adalah Abby
  • Dia adalah seorang perenang berbakat, dan memenangkan dua medali emas di KejuaraanRenang Queensland.
  • hewan favorit adalah kura-kura dan elang
  • Cody mengatakan bahwa ia mulai bernyanyi dari ayahnya bernyanyi di barbeque keluarga
  • Sebenernya kasian cody. Dia itu pgn punya cewe, tapi ntar kalo udh ada cewenya malah dibenci simpsonizer. Serba salah juga ya -____-
  • Cody mencintai kecap, dan akan memakannya pada apa pun, bahkan salad.
  • Cody adalah mendapatkan sebuah studio rekaman di rumah barunya di Los Angeles California
  • lead girl di video clip on my mind Hailey Baldwin
  • lead girl di MC iyiyi Yasmin Baildon
  • lead girl di MV all day Scarlett Turner 
  • Cody lebih suka memiliki seorang gadis langsing kemudian melengkung.
  • Cody kadang-kadang hanyaCody ingin belajar bagaimana menari seperti Chris Brown mendapat 5 jam tidur
  • pernah ada orang yang melemparkan telur&bola kepada Cody :(
  • Cody memiliki Skype, tetapi menggunakan nama palsu
  • Cody telah kehilangan telepon beberapa kali
  • Cody memiliki sepasang celana olahraga merah (:
  • Cody harus menghapus beberapa video dari Youtube channel
  •  Cody creeps late at night on Twitter & DM's people.
  • Cody loves ALL his fans! :D
  • Cody's nickname is Coco

nihh dia pacar gue! wkwkkww :D

Monday, February 18, 2013

Part 24

Like my promise (part 24)

Stella pov

Aku melepas penatku di atas ranjang bergambar laut ini, aku baru saja pulang dari pemakan steve, rasanya aku masih tidak percaya steve telah pergi ke dimensi lain, padahal sepertinya baru kemarin dia menabrakku di london, mengajakku kencan dan menjadi kekasihku "waktu begitu cepat berlalu steve"gumamku pelan "I miss you" lanjutku, perlahan mataku mulai berat,mungkin aku lelah seharian telah menangis, aku pun tertidur untuk menghampiri alam mimpiku..

Author pov #Skipp

Matahari mulai naik ke perawakannya, awan cerah itu menggantung indah di langit, melihatkan perpaduannya yang indah, burung2 gereja itu pun terbang dengan bebasnya di atas sana, menggambarkan betapa indahnya pagi ini. Seorang wanita cantik yang masih mengenakan piyama tidurnya terlihat tengah berdiri di balkon apartmennya, matanya terpejam seakan akan dia tengah menikmati semilir angin pagi itu. Sebuah dekapan hangat menyentuh pinggang langsingnya, membuat pagi itu terasa makin hangat "I know you" ujarnya masih dengan mata terpejam "bagaimana kau bisa tau aku ?" tanyanya heran, dia meletakan dagunya diatas pundak wanita itu "cody, bau farpum mu itu selalu sama. Indra penciumanku masih baik" ujarnya dengan nada menyindir

Stella pov

Hari ke 7 steve meninggalku, dan hari 14 aku kehilangan orang tua dan adikku lily. Waktu berjalan sangat cepat, tapi itu tidak menghilangkan rasa rinduku pada mereka. Orang2 yang aku cintai. Pagi ini udara terasa sangat segar, seperti bukan di LA. Mungkin ini karna hujan yang mengguyur kota ini semalam kemarin. Mataku terpejam lembut, mencoba mendengar kicauan burung pagi ini, mereka seakan akan bertautan menyanyikan sebuah lagu, sebuah pelukan hangat datang menyentuh pinggangku, pelukan yang bisa membuatku nyaman, membuatku merasa bahwa aku tidak sendiri di dunia ini "I know you" ujarku menebaknya, dia hanya mempererat pelukannya lalu meletakan dagunya diatas pundakku "bagaimana kau bisa tau ?" dengusnya kesal "cody, aroma farpum mu tidak pernah berubah. Indra penciumanku masih baik" ujarku menyindir, pria bernama cody menautkan halisnya heran "astaga, roti bakarnya" ujarnya kaget setelah dia sadar bahwa dia telah membuat roti itu gosong, cody berlari cepat menuju dapur untuk melihat hasil masakannya. "aku rasa aku kembali membuat roti ini gosong" cody meletakan 2 tangkap roti tawar itu ke atas piring, bentuknya bisa dibilang tidak mirip lagi dengan bentuk 'roti'
"bisa aku memakannya?"tanyaku sembari duduk diatas kursi makan "memakannya ? Ayolah, ini gosong"
"tapi aku suka, ini percis sekali dengan buatan dad" gumamku lalu menyiram roti itu dengan selai strawberry diatasnya "enak juga" ujarku setelah memasukan potongan kecil itu kemulutku. Mungkin kalian heran dengan kebiasaanku, tapi aku sangat suka roti bakar yang terpanggang lebih lama. I mean, lebih gosong. Rasanya sedikit pait memang, tapi itu tercampur lezat jika disajikan diatas selai strawberry seperti ini "mau mencicipi ?"ujarku seraya menyodorkan potongan kecil itu ke depan mulutnya "kau yakin ini enak ? Tapi aku telah.."
"makanlah, kau terlalu banyak bicara" ujarku langsung memasukan roti itu kedalam mulutnya, memotong ucapannya tadi "not bad" ujarnya sembari mengunyah roti itu "mau pergi jalan2 bersamaku ?" tanya cody "hmm, aku rasa tidak. Aku harus membereskan barang2 yang kemarin dikirimkan oleh pihak bandara" ujarku meletakan garpu dan pisau diatas piring, pertanda makananku sudah habis "oke, no prob. Aku akan membantumu membereskan barang2 itu" ujarnya lalu mengecup keningku cepat, cody lalu berlenggok mengambil handuk untuk pergi mandi, aku hanya tersenyum kecil melihat tingkahnya. Well, belakangan ini cody memang sering bermalam di apartmenku, tapi kami tidak tidur seranjang, kami masih sadar jika kami memang tidak memiliki status apapun, terdengar gila ? Memang, aku sendiri pun mengakui itu. Tapi ini lah yang terjadi, kami maksudku aku dan cody memang tidak pernah mengutarkan perasaan yang kami rasakan secara terbuka, tapi gerak tubuh kami terkadang menyiratkan sesuatu. Entah sampai kapan aku dan cody akan seperti ini. Tapi cody dan aku sudah sama2 terbuka untuk mengatakan jika kami merasa nyaman dengan keadaan ini ~

Friday, February 15, 2013

Valentine!

Look at the picture!
wdyt? apa kalian pikir gue suka ama timots? haha gue gak suka ama dia, emang sih cwok yang satu itu (timots) kece badai, unyu-unyu halilintar! tapi gue udah bilang ama loh pada "gue tetetp suka ama LM (initial)". temen-temen gue juga bilang kegue komentar yang sama, tapi? dia bukan 100% idaman gue! alamak* napa gue terus bicarain tentang dia? kalo gue bicarain terus tentang dia, nanti gue ketularan ama temen-temen! *aww apa jadinya dunia kalo tanpa blogg? bisa mati gue *plokplokJatuh*.
balik ke title yah.. gue tuh ngasih coklat ama dia trus temen-temen dia langsung hebohh.. apalagi  mantan gue (brayen), paling heboooo dehh! *ngakak
last
buat yang udah baca post yang satu ini jangan curiga ama gue! gue tuh gak suka ama dia.. lagian gue ngasih cokelat ke dia, karena gue udah janji mau tukeran cokelat tapi dia gak bawa cokelat untk gue. daripada gue gak tau mau lakuin apa-apa ama cokelat itu lebih baik aja gue ngasih ke dia!
remind this
GUE GAK SUKA AMA DIA! xoxo

Part 23

Like my promise (part 23)

Author P0V

"Ambilkan alat sentak jantung !" dokter berperawak gemuk itu memberikan perintah pada suster yang berdiri disampingnya, sang suster dengan cepat mengabil alat yang dimaksud "bernafaslah" ujar sang dokter terus menekan bagian dada seorang pasien yang sedang koma. Garis dilayar itu perlahan mulai lurus, angka2 nya pun perlahan semakin menurun "ini dok" suster itu datang dengan membawa alat sentak jantung ditangannya "tegangan 80" ujar sang dokter pada suster. Dokter itu kemudian meletakan alat itu diatas dada pasien yang bernama steve "jeglek" tubuh steve tersontak sebentar lalu kembali tenang "100" perintah sang dokter itu lagi "jeglek" tubuhnya kembali tersontak "steve sadar !" suara gadis itu terdengar getir melihat perjuang steve dengan alat2 dokter yang tertancap ditubuhnya "tidak ada respon" ujar suster dengan mimik wajah tegangnya "skali lagi, 110" ujar sang dokter "jeglek" tubuhnya kembali tersontak, namun tanda garis di layar itu hanya lurus 'ttiiittttt" bunyi itu menyeruak memenuhi isi ruangan, sang dokter menghapus peluh, dia tertunduk kecewa "maaf, kami sudah berusaha. Steve telah pergi" ujarnya

Stella pov

Aku berdiri disamping kasur steve, melihat perjuangan steve dengan alat2 rumah sakit itu "steve sadar !" aku pilu melihat steve terbaring lemah disana, sang dokter terus berusaha membuat jantung steve tetap berdetak. Garis di layar itu kian lurus "ttiittttt" suara itu menyeruak memenuhi isi ruangan di ikuti dengan suara nafas yang berhembus pelan "maaf, kami sudah berusaha. Steve telah pergi" ujar sang dokter itu melepas keluh "tidak dokter, kau masih bisa membuat steve tetep bernafas ! Jangan katakan steve telah pergi" aku menarik jas putih itu kasar, berharap ia menarik kata2nya tadi "nona stella, ini jalan Tuhan. Bertabahlah" ujar sang dokter itu menepuk pundakku pelan, aku hanya menjabak rambutku pelan, aku tidak percaya steve pergi secepat itu, aku mendekati wajah pasinya, berharap nafas hangatnya kembali berhembus, aku menyentuh pipi mulusnya. Dingin dan kaku "bisa kau buka matamu untukku ?" ujarku mencium pipinya lembut "kau bilang kau akan membawaku ke pegunungan itu lagi ? Kau bilang kau tidak ingin kebahagian kita hilang ? Tapi kenapa kau pergi steve ? Bangun sayang, katakan ini semua hanya sebuah lelucon. Ayo bangun. Aku ingin melihat senyum mu steve" kenanganku bersama steve seakan muncul kembali dalam ingatanku. Pelukannya, senyumannya, ciumannya dan semua tentangnya. Aku merindukan itu, aku terus mengulas rambut hitam pekatnya. Berharap Tuhan mendengar doaku, dan mengembalikan nyawa steve "stella its over" pelukan itu menghampiri tubuhku yang semakin melemah "katakan steve masih hidup" ujarku dalam pelukannya "steve sudah pergi ella, tapi dia tetap dihatimu. Kumohon jangan seperti ini" ujarnya mengelus punggungku lembut "no cody no"

Cody Pov

Kulihat wanita itu terus menangis disamping tubuh steve yang telah membeku, dia terus mengatakan bangun dan bangun. Aku tidak bisa tinggal dia melihat keadaan stella yang seperti ini, aku menarik lengannya lalu membawa stella masuk kedalam pelukanku. Aku bisa merasakan sakit, lelah, kehilangan dan kesedihan yang mendalam saat dia membenamkan kepalanya didadaku. Kupeluk tubuh nya erat, sesekali aku mencium puncak kepalanya, dia terus menangis seakan akan berharap -ini hanya mimpi- "aku ada untukmu stella. Kau wanita kuat, aku tau kau akan bertahan" batinku ~

Part 22

Like my promise (part 22)

Author pov

Gadis berambut coklat panjang itu duduk disebuah kursi panjang dengan perasaan gelisah. Sesekali dia berdiri dan menengok ke jendela pada sebuah pintu yang bertuliskan 'UGD' 
"stella duduk, coba untuk tenang" suara itu terdengar hangat dengan sebuah gengaman yang menyentuh pergelangan tangan gadis berambut coklat itu "bagaimana aku bisa tenang ? Sedangkan steve didalam sana sedang.."
"oke aku tau itu stella, kemari" pria berambut emas itu perlahan menarik tangan gadis yang bernama stella untuk duduk disebelahnya. Gadis itu tertunduk sendu dengan air mata yang terkadang menetes. Pria berambut emas bernama cody itu hanya dapat membawa stella kedalam pelukannya
"permisi, kalian kerabat steve ?" tiba2 seorang pria berperawak gemuk datang menghampiri mereka, dia membuka masker yang ia kenakan "iya dok, saya kerabat steve" jawab cody mendahului stella, sang dokter hanya memasang wajah pasrahnya, dia membuka masker yang tadi ia kenakan "steve kritis. Dia kekurangan banyak darah. Dan.." ucapan sang dokter terhenti dengan sebuah pertanyaan, expresi wajahnya berubah seketika "dan apa dokter ?" stella berucap emosi, tangannya menarik lengan baju sang dokter bernama melvin itu "dan, narkoba itu sudah menjalar ke otak dan pembuluh darah steve. Kami rasa steve tidak dapat bertahan lama. Jika Tuhan memberi mujizat pun steve akan cacat" dokter itu menjelaskan dengan penuh kegetiran. Stella, gadis itu hampir saja ambruk ke atas tanah, kakinya seolah2 tidak mampu lagi untuk menahan berat badannya. Lemas, itu yang dia rasakan sekarang, seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Cody dengan cepat menahan tubuh stella dan membawanya duduk diatas kursi "kami akan berusaha semaksimal mungkin. Steve ada didalam, kalian boleh melihat keadaan steve" ucap sang dokter lalu berlalu. Lorong rumah sakit itu kembali sepi, hanya ada suara tangisan getir yang terdengar "stella, lihat aku" cody meletakan kedua tangannya diatas pipi pucat stella "sekarang kita hanya dapat berdoa ella. Hanya itu yang dapat kita lakukan" cody mengusap pipi stella dengan ibu jarinya, seperti menandakan -kau tidak boleh seperti ini-
"aku sendiri, tidak ada siapa pun sekarang" stella bergumam dengan tatapan kosongnya, manik biru itu yang biasannya terlihat hangat kini terlihat dingin dan sangat berbeda "tidak ella tidak. Kau masih punya aku. Kau ingat janjiku kan ? Aku akan ada untukmu disaat kau dalam kondisi seperti apapun" cody mengatakan hal itu dengan menekan setiap kata2nya, sebuah pelukan hangat menyelimuti stella, gadis itu terbenam dalam dada bidang cody yang terasa hangat dan nyaman. "aku disini, aku akan terus merasakan apa yang kau rasakan. Kau tidak sendiri, kau punya aku dan aku punya kau. Itu akan menguatkan kita stella" ucapnya diakhiri dengan sebuah kecupan dipuncak kepala stella "kita lihat steve sekarang ?" cody melonggarkan pelukannya dan memegang pundak stella. Stella hanya mengangguk lemah, lengan cody merangkul pinggang stella erat, membantu stella untuk dapat berdiri dan jalan. Suara alat2 rumah sakit itu terdengar nyaring memenuhi isi ruangan ugd yang cukup luas. Seorang pria berpakaian rumah sakit terlihat terbaring lemah diatas sebuah kasur ber sparai putih, alat infus tertancap ditangan dan kakinya, alat bantu nafas dan pemicu jantung terpasang di hidung dan dadanya. Gadis bernama stella itu mendekatinya, tangannya memegang tangan pria bernama steve itu erat "kau mau bertahan untukku ?" stella berbisik di telinga kanannya lalu mencium pipinya lembut. Tidak ada respon, hanya alat2 itu saja yang terus terdengar "ini aku stella, aku disini sayang" ujar stella masih memegang tangan steve erat. Cody hanya tertunduk melihat kebersamaan stella dan steve yang tidak memberikan stella sebuah senyuman. Tak lama tiba2 tubuh steve kejang2 hebat, nafasnya mulai tidak beraturan. Tubuhnya semakin berguncang hebat "steve" ujar stella panik "biar aku panggilkan dokter melvin" ujar cody lalu berlari keluar dari dalam ugd "steve, kau kenapa ?" hanya kata2 itu yang dapat stella keluarkan. Dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan sekarang ~

Wednesday, February 13, 2013

Part 21

Like my promise (part 21)

Author pov

Gadis bermanik biru itu lari menaiki tangga yang terlihat kusam, suara erangan itu memaksanya untuk melihat apa yang terjadi. Seorang pria yang menggunakan jaket jeans itu ikut berlari dibelakangnya

Stella pov

Aku menaiki tangga untuk mencapai lantai 2. Suara yang menurutku adalah suara steve, mendorongku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Mataku menelusuri setiap sudut gedung tua ini. "steve !"panggilku mencari steve, tapi tidak ada sautan. Aku kembali berjalan kesudut lain, berharap steve ada dengan keadaan yang baik. "ya tuhan steve !" aku menutup mulutku tidak percaya, rasanya sakit ketika melihat keadaan steve yang seperti itu. Butiran bening disudut mataku mulai menetes. Pria yang selama ini menjadi kekasihku ternyataa
"stella, sudah kubilang kau tidak akan siap untuk ini" suara itu terdengar hangat diikuti dengan sebuah pelukan dipinggangku "lepas ! Kau bajingan cody ! Persetan denganmu" aku melepaskan pelukan pria bernama cody itu kasar, aku mendorong tubuhnya agar menjauhiku. Aku beralih pada steve, pria beranting itu terlihat kusut, dia menyayat pergelangan tangannya hingga berdarah lalu menghisap darahnya seakan akan dia tengah meminum air "steve, stop it !" aku membuang silet dari tangannya, steve terlihat tidak peduli. Dia terus menghisap darahnya seperti -hanya ini yang aku perlu- "steve kau kenapa sayang. Lihat aku" aku memegang wajahnya yang pucat, matanya merah dan kantung matanya terlihat sangat hitam "steve seorang pecandu narkoba ! Kau mengerti ? Ini sebabnya aku melarangmu untuk mendekatinya" suara cody terdengar lantang, dia berdiri tepat dibelakangku dengan wajah marah kesal khawatir dan.. Aku rasa semua tercampur sempurna sekarang "ini alasannya ? Kenapa hah ? Kenapa kau harus menutupi ini semua dariku cody ? Andai dari awal aku tau steve seorang pecandu. Aku mungkin akan membawanya ke panti rehabilitasi dan menyembuhkan ketergantungannya!" aku berdiri menghadapi cody, menghadapi pria yang belakangan ini dekat denganku. Cody meraih tanganku dan memegangnya erat
"kau pikir aku diam saja ? Tidak stella tidak. Aku selama ini berusaha untuk mengobati steve. Aku membawanya ke panti rehab. Tapi steve selalu kabur, dia selalu memberontak ajakanku. Ini sebabnya aku dan steve jarang masuk kampus. Mengertilah, aku pun ingin yang terbaik untuk steve"
"tapi.. Tapi tidak seperti ini caranya. Aku lebih sakit jika melihat keadaan steve yang sudah seperti ini" aku menangis dengan penuh kesakitan, aku hanya dapat menutupi wajahku "steve seperti itu karna dia tidak dapat membeli narkoba itu lagi. Uang steve sudah habis. Jadi dia pikir karna darahnya sudah menyatu dengan narkoba itu. Steve menyayat tangannya untuk bisa merasakan narkoba dari darahnya" aku tertunduk mendengar penjelas dari cody, aku hanya dapat merangkak menghampiri steve. Memeluk tubuhnya yang mulai melemah, aku mencium puncak kepalanya getir "bertahan sayang, aku ingin kau tetap disini" aku terus memeluk tubuhnya yang semakin mendingin "i.. Love you ella" suara itu terdengar samar dari mulut steve, dia masih bisa merasakan kehadiranku, kehadiran yang tidak bahagia, bukan pelukan hangat yang terdapat senyum, bukan pula kecupan hangat yang terdapat bahagia didalamnya "i love you too steve. Bertahanlah untukku" aku mencium pipinya lembut "panggil ambulance co. Steve berjanji dia akan sadar untukku" ~




eh semua yang gue share ini dari temen simpsonizer gue! dia sngat kreatifkan? xoxo

Tuesday, February 12, 2013

Part 20

Like my promise (part 20)

Stella Pov

Aku pikir ini sudah ke sekian kalinya aku menghubungi steve, tidak ada jawaban dan pesanku pun tidak dibalas. 4 hari sudah steve tidak masuk kuliah, aku selalu mampir kerumahnya tapi tidak ada seorang pun disana. Seperti hari ini, aku baru saja ziarah ke makam orangtua dan adikku, sepulang ziarah aku memutuskan untuk mengunjungi steve dirumahnya. Tapi steve tidak ada didalam sana. Aku semakin hari semakin khawatir dengannya, aku tau steve sudah dewasa, tapi dia tidak memiliki siapa2 di LA, dia hanya sendiri di kota ini. Maksudku,tidak ada satu kerabat dekatnya. Aku kembali menghubungi no steve, masih tak ada jawaban. Aku merasa semakin hari ada yang tidak beres dengan steve "cody, temui aku di kedai kopi halfsix sekarang" jari jariku dengan cepat mengetik pesan itu, aku berputar arah untuk menuju kedai halfsix..

#Skipp

"hey, sudah lama menunggu ?" suara itu terdengar hangat menghampiriku, aku tersenyum kecil menyambut kedatangannya "tidak, baru 5 menit. Itu kopimu" ujarku menunjuk ke arah kopi hangat yang masih mengepulkan asap diatasnya "jadi, ada apa ini ?" tanya cody sembari meniup kopinya
"hmm, aku tau kau pasti akan marah. Tapi"
"tapi kenapa ?" cody memotong ucapanku dan menatap mataku. Dia menautkan kedua halisnya heran "hmm, kau tau dimana steve sekarang ?"tanyaku langsung tanpa menunda, aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal "untuk apa kau mencarinya?"tanya cody menunjukan wajah sinisnya "aku khawatir akan keadaanya co. Sudah 4 hari steve tidak masuk kampus, aku takut dia kenapa napa" jawabku jujur, aku memasang wajah memelasku dihadapannya "kau sudah tau kan kalo aku cemburu melihatmu dengan steve" nada suara itu sedikit meninggi, tatapan matanya yang tadi sejuk seperti menyiratkan suatu kekesalan "oh ayolah aku tau itu. Tapi, steve masih kekasihku cody" ujarku memegang pundak tangannya hangat "aku mengerti, hanya saja. Aku tidak ingin kau down melihat siapa steve sebenarnya. Aku merasa kau tidak harus tau ini stella"
"no cody, apapun itu aku harus tau. Aku siap menerima segala kemungkinan. Tolong bantu aku, aku hanya lelah jika harus seperti ini" aku menatap dalam matanya seperti aku berkata -beri tau aku- cody menundukan wajahnya "kau belum siap, orang tua mu dan adikmu baru saja pergi. Kau masih berkabung stella" ujarnya lagi, aku mempererat genggaman tanganku "jika memang aku harus kembali bersedih, aku siap cody. Biar semua rasa sakit ini aku rasakan sekarang, aku tidak ingin jika saat nanti aku mulai bahagia. Ada sesuatu yang merenggut kebahagian itu. Aku tidak ingin seperti itu" ujarku me yakinkan cody. Cody hanya menatapku sayup lalu mencium keningku hangat

#Skipp

Cody mengajaku ke sebuah gedung tua yang sepertinya sudah lama tidak terpakai. Gelap, lembab dan seperti menunjukan tidak ada kehidupan di dalam sana. "kau yakin steve di dalam sana ?"tanyaku pada cody yang sejak tadi terus memegang tanganku "terakhir aku melihatnya disini. Tapi mungkin sudah tidak ada. Ayo pulang" ujarnya langsung menarik tanganku mendekati mobil "cody please" aku melepaskan genggamannya kasar "aku hanya ingin tau apa yang terjadi. Mengertilah !" ujarku keras, aku menjabak rambutku kesal. Kenapa tidak ada yang mengerti keadaanku sekarang ? Aku hanya ingin tau apa yang terjadi ! Ini cara yang dapat aku lakukan jika kalian tidak memberikanku penjelasan. Aku berjalan memasuki gedung tua itu, terdengar jelas bunyi langkah kaki itu mengikuti. Cody, dia masih mengikuti dari belakang "steve" panggilku lantang, suaraku terdengar menggema di dalam disini "steve, kau dimana ?" aku kembali berteriak memanggil steve. Tidak ada sautan sedikitpun "arrggggh" tiba2 suara erangan itu terdengar keras dari lantai atas, suara seperti sebuah kesakitan yang tertahan, "steve !" ujarku lalu berlari menuju lantai atas. Aku kenal, aku sangat mengenali suara itu ~

Monday, February 11, 2013

Chapter 2

"Evenings in Madrid"
~chapter 2~

Sophia and I had a sleepover the night before the concert! It was the first time ever that Cody has been to Spain. We drove 3 hours to Madrid to see him,Sophia was shaking when we were about to arrive! There were thousants of girls screaming & Sophia was 1 of them,I was just smiling... When we went in to meet Cody,Sophia's hands were shaking like crazy! Cody was standing there and... I didn't do anything,didn't move! I just starred at him! How haven't I noticed his Perfection before? My heart started beating.. faster and faster! "Hey ladies" said Cody as Sophia started screaming & jumping around. But I just stood there looking deeply in his eyes! He was so handsome & he called us ladies! "Hi.." I sad as he came & hugged me. Now he was starring in my eyes aswell! We just took a photo and he asked me for my name. "I'm Jennifer but everyone calls me Jenn" and Cody said: "it was a pleasure to meet you Jenn".
I couldn't stop smiling the whole day and while the concert,he looked at me a few times! I guess I fell in love with him!
On our way back home Sophia was quiet! I asked her a few questions but she just answered with short sentences and was quiet again! I asked her if she's mad & she just said she was tired! Both of us fell asleep in the car & I dreamt of Cody! I seriously fell in love...

Chapter 1

ehh blogger sory banget kalo cerita chapter 1 ini pendek banget.. gue gak punya ide buat shortstory b.ing! :D xoxo

"Evenings in Madrid" 
~ chapter 1 ~

The doorbell rang... Sophia came in screaming "I GOT THEM" I was surprised and smiled as I saw the tickets in her hands. Me: "the tickets arrived? Awesome i hope we'll enjoy it" Sophia: Come on Jenn,be happy we'll meet CODY!!" Me: "Wait... Meet? We'll only see him!" Sophia: "This girl over here got us backstage passes! Oh yeaaaah!" Me:" O-M-G are you kidding me? I'm not the biggest simpsonizer but I'll blush when I stand in front of him.. I'll embarass myself!" Sophia: "No honey,won't happen just be happy,The concert & meet 'n greet is in 2 weeks,we'll have the best time!" She gave me the ticket as she left... I was surprised because I didn't expect to meet Cody personally. I'm not even a huge fan as Sophia... Anyways we'll see! I'll propably just have to go there..
*1 week later*
At school,everybody knew about the meet 'n greet... I didn't feel good because there are so many bigger simpsonizers at my school. They all propably hate me.. I tried to ignore,it didn't work! Some came to wish me a good time but some came to say that I don't deserve this apportunity... I closed my locker and went away into class...

Sunday, February 10, 2013

shortstory

ehhh mulai besok gue mau bagi 2 shortstory dalam bentuk part-part seperti blog yg pertama kan like my promise dari part 10 sampe part 19 kan.. jadi gue mulai besok mau nambah shortstory judulnya Evenings in Madrid
akhir kata ::: Don't forget

Part 19

Like My Promise (part 19)

Author pov #Skipp

Matahari beranjak naik menyinari bumi, sinar hangatnya terpapar cerah menyentuh permukaan bumi. Orang2 diluar sana mulai melakukan aktifitas rutinnya di pagi senin ini, suara riuh kendaraan diluar sana semakin menghidupkan kegiatan pagi hari ini. Seorang gadis cantik berambut coklat masih tertidur pulas di atas sprai bergambar bendara australia itu, tubuhnya masih terbaring nyenyak di atas kasur empuk berbalut selimut tebal itu

Stella pov

"KRIIIINGGGG" bunyi alarm itu berdering tepat disamping telingaku. Ugh, mengganggu saja. Terpaksa aku membuka kelopak mataku perlahan, aku menatap kosong ke arah langit2 kamar. Seperti bukan kamar apartmenku, batinku. Kepalaku menengok kearah jendela, tidak ada gorden bergambar laut disana. Hey ini kamar siapa ? Ujarku kaget sprai nya pun tidak berwarna biru muda. Ini gambar bendera australia ! Aku menoleh ke arah kanan, aku merasa ada sebuah sentuhan hangat yang menggengam tanganku. Astaga, cody tidur disamping kasur, dia tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang berbantal kasur. Kedua tangannya memegang tanganku erat, ini apartmen cody ! Aku mendekati wajahnya yang masih tertidur, ku perhatikan setiap inci wajahnya. Dia tampan ternyata, matanya, hidungnya, bibirnya. Dia.. Benar2 tampan. Batinku, namun aku masih bingung kenapa aku bisa bermalam di apartmennya ? "cody" sapaku mengelus pundak tangannya, cody menggeliat kecil namun kembali tertidur "hey, ayo bangun" ujarnku menepuk punggung tangannya (lagi) cody perlahan membuka kelopak matanya dan mengucak matanya menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya masih memegang tanganku. Aqua eyesnya terbuka lebar, mata biruku menangkap matanya. Sangat damai, aku merasa tenang jika menatap mata indah miliknya "kau sudah bangun ? Bagaimana tidurmu?"tanyanya mengelus rambut coklatku "nyenyak. Oh iya, kenapa aku bisa bermalam disini ?"tanyaku "semalam saat pulang dari pemakaman kau tertidur di mobil. Aku hendak mengantarmu pulang ke apartmen, tapi aku tidak tau kata sandi untuk membuka pintunya. Ja..di.."
"jadi kau membawaku kesini ? Orang tua dan adikku sudah pergi ya" ujarku tertunduk, butiran berlian itu tiba2 jatuh disudut mataku "hey sudah, jangan menangis lagi. Kau masih mempunyai aku" ujarnya, ibu jari cody mengelus pipiku lembut, menghapus sisa air mataku yang terjatuh "kau akan lebih cantik saat kau tersenyum" ujarnya tersenyum manis "percayalah, aku tidak melakukan apapun padamu" lanjutnya lagi, aku tersenyum kecil "kau mau sarapan apa hah ?"tanyanya lembut. Jari2nya meremas tanganku hangat "boleh aku bertanya sesuatu ?" ujarku mengalihkan pembicaraan "go ahead" 
"dimana kylie ?"tanyaku to the point "ada, hanya saja dia tengah bersama mantanya" ujarnya dingin, aku tersenyum kecut "bersama mantannya ? Memang kau tidak cemburu ?"tanyaku heran "selama itu bisa membuatnya senang, bukan masalah. Justru aku lebih cemburu jika melihatmu bersama steve" ujarnya menarik hidungku "aw sakit" gerutuku kesal "wle" cody hanya menjulurkan lidahnya lalu pergi berlari "cody !" panggilku lalu mengejarnya. Kami berlarian kecil mengintari kasur, ruang santai dan dapur "haha, kau tidak bisa menangkapku kan" ujarnya disela sela permainan kami "ih cody. Kemari kau" ujarku lalu semakin berlari cepat "tunggu" cody mengancungkan 5 jarinya ke arahku "apa ? Jangan bermain licik" ujarku kesal "daaar" cody menunjukan mainan karet ular ke arahku "aaaa cody kau licik" teriakku berlari menjauhinya cody hanya tertawa lalu terus mengejar aku "I get you !" ujarnya menangkapku, tangan cody memeluk pinggangku erat "no cody. Stop it !" seruku takut karna cody masih memegang mainan ular itu. Cody menggendong tubuhku dari arah belakang lalu memutar tubuhku pelan "haha cody, aku takut jatuh !" ujarku takut. Cody menurunkanku ke atas kursi di ruang tengahnya, dia memperlakukanku seperti seorang anak kecil, tapi aku bahagia dia bisa membuatku tertawa lepas. Aku nyaman didekatnya, aku berdiri diatas kursi dan cody dibawahku. Kepalanya tepat dibawah daguku. "mau bermain curang lagi?"tanyaku sinis "no, aku senang melihatmu tertawa puas" ujarnya, tangan cody menarik pinggangku dia kembali menggendong tubuhku. Mata indah kami saling beradu, wajah kami hanya berjarak beberpa inci sekarang, aku merangkul lehernya. Semakin dekat dan dekat, aku memiringkang wajahku dan mencium pipinya cepat. Entah apa yang merasuki diriku sekarang, hanya saja ada sebuah dorongan yang membutku berani mencium pipinya. "trimakasih" ucapku berbisik lembut di telinganya, cody memeluk tubuhku erat dan sesekali mencium rambut panjangku hangat ~

Saturday, February 9, 2013

Part 18

Like my promise (part 18)

Author pov

Air mata rasanya tidak bisa berhenti mengalir dari manik biru milik gadis bernama stella ini, dia terus menangis di atas gundukan tangan yang basah dan di penuhi oleh bunga. "mom,dad, lily bangun. Apa kalian tega meninggalkan aku sendiri ? Aku ingin ikut dengan kalian" kata2 itu terus terucap dari bibir mungil stella. Ia tidak menyangka jika orang2 yang dia cintai pergi secepat ini. Yaa, ayah, ibu dan adik angkat stella meninggal. Mereka pergi dalam sebuah kecelakaan pesawat *** "stella, perasaanku tidak enak" lily mengutarakan perasaannya pada sang kaka melewati pesan skype, lily merasa mempunyai ketakutan sendiri dalam penerbangan ini. Aku hanya menyuruhnya berdoa agar semua baik2 saja***

Stella pov

Aku menatapi gundukan tanah itu dengan penuh kesedihan. Kenapa Tuhan ? Kenapa orang2 yang aku cintai pergi secepat ini ? Aku merasa Tuhan tidak adil atas kehidupanku, aku merasa hidupku sudah tidak berarti jika tanpa mereka. Mereka satu2nya tempat untuk aku berbagi, berkeluh kesah dan pulang, tapi.. Tuhan mengambil mereka, dan dia meninggalkan aku disini sendiri "Lily, sekarang aku mengerti maksud ucapanmu. Aku tau kenapa perasaanmu gelisah. Kau pergi meninggalkanku ly" aku menangis sejadi jadinya diatas ke tiga makam orang2 yang aku cintai. "shuut stella, sudah. Kau harus merelakan mereka. Ini kehendak Tuhan" suara itu mencoba menenangkan hatiku "tidak aunt, tidak. Aku tidak bisa merelakan kepergian mereka. Aunt tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan" aku berucap keras pada wanita paruh baya yang menyandang gelar aunt dariku. Kenapa mereka hanya dapat berkata relakan ? Aku tidak bisa merelakan kepergian mereka secepat ini, mereka pergi tanpa sebuah pesan. Andai mereka masih ada mungkin hari aku, dad mom dan lily tengah berjalan jalan mengitari kota amerika. Tapi.. Semua itu harus lenyap karna kejadian ini "stella, sudah. Kau sudah lelah menangis terus. Aku antarkan kau pulang ke apartmen ya, aku tidak ingin kau sakit"
"tidak cody, aku tidak ingin pulang. Biar aku disini, biar aku mati karna sakit agar aku bisa menyusul mereka secepat mungkin" aku berucap asal, rasanya emosi, marah, sedih dan lelah mencapur sempurna saat ini. Entah sudah seperti apa kondisiku sekarang, mataku sembap, dan rasanya air mataku sudah mengering "tidak sayang. Aku tidak ingin kau pergi" cody tiba2 memeluk tubuhku dan berkata 'sayang' tapi aku menghiraukan ucapannya, otakku rasanya tidak bisa menyaring semua perkataan dengan baik, aku masih shock dan tidak percaya dengan semua ini "permisi, kami ikut berkabung dengan kejadian ini nona stella. Perkenalkan saya kevin, saya direktur utama penerbangan airlines. Saya mau mengatar barang2 tersisa milik para korban" ujarnya memegang beberapa berkas kertas, aku masih menghiraukan orang2 disekitarku. Cody kini mengambil alihku, dia berdiri dan mendatangan beberapa berkas yang diserahkan "antar ini semua ke apartmen stella di Billvarry" ujar cody, orang bernama kevin yang sudah paruh baya itu hanya mengangguk lalu pergi. "stella, hari semakin gelap aku harus mengantarmu pulang" ujarnya mengalungkan lengannya di pundakku, cody membantuku berdiri. "hey, lihat aku" cody meletakan kedua tangannya di pipiku, matanya menatap dalam ke mataku, aku memalingkan pandanganku darinya "stella, lihat aku" cody menekan kata Lihat, aku lalu menatap manik aqua miliknya, sangat damai saat mataku berhasil menangkap titik mata aqua itu "ini sebabnya aku ada disini. Seperti janjiku, aku akan slalu ada untukku. Menemani hari2 sulitmu. Kau mengerti ?" cody mengelus pipiku lembut dia lalu membawaku masuk kedalam dada bidangnya, kedalam pelukan hangatnya. Aku bisa mendengar dengan jelas irama detak jantungnya, desiran darahnya dan hangat tubuhnya, aku terbenam dalam pelukan itu. Kembali, air mataku mengalir di disana. Cody mengelus rambutku dan mencium puncak rambutku lembut. Dimana steve ? Dimana pria yang selama ini aku anggap sebagai kekasihku ? Bahkan disaat terpuruk seperti ini pun, dia tidak datang. Hanya cody yang ada disini, menemaniku seperti janjinyaa ~