Paradise pict

Paradise pict

Saturday, February 23, 2013

Part 25 (2)

Like My Promise (Part 25) ~ lanjutannya

#Skipp #Author pov

Bulan menggantung terang di langit hitam sana, bintang2 itu masih setia menemaninya untuk menggantikan tugas matahari. Seorang wanita berambut coklat ke emasan itu tertidur pulas diatas ranjang miliknya. Namun suara merdu dengan alunan gitar itu terpaksa membangunkan mimpi indahnya.

Cody pov

Jam menunjukan tepat pukul 00.00, aku membawa sebuah kue tart kecil dengan lilin diatas nya. Aku memang masih bermalam di apartmen stella, ku lihat dia tengah tertidur pulas diatas ranjangnya. Aku menghampiri stella yang masih tertidur. 'happy birthday stella, happy birthday stella, happy birthday happy birthday happy birthday stella" aku memetik gitarku lembut, menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuknya. Stella menggeliat pelan, dia mengucak kedua mata nya "cody, kau kah itu ?" ujarnya seperti suara anak2. Keadaan saat ini memang gelap, aku sengaja mematikan semua lampu, hanya ada sinar lilin yang menyala ''iya stella, ini hari ulang tahunmu" ujarku mengelus rambut coklat emasnya lembut "benarkah ? Tanggal berapa sekarang ?" ujarnya kikuk "23 july 2016" 
"astaga, aku saja lupa jika ini hari ulang tahunku" ujar stella menepuk keningnya, aku terkekeh melihat ulahnya "tiuplah. Dan buat permintaan di hari ulang tahunmu" 

Stella pov

Aku menutup kedua kelopak mataku di hadapan sebuah kue tart dengan lilin ber angka 19 diatasnya, membuat suatu harapan di usiaku yang mulai beranjak dewasa. "sudah" ujarku setelah beberapa menit berdoa dan membuat harapan "huuffpp" aku meniup lilin itu hingga padam. Gelap, dan tidak terlihat apapun "cody, bisa kita nyalakan lampunya ? Kau bisa melihatku ?"ujarku mulai takut, sebuah sentuhan hangat menyentuh tanganku, menggenggamnya erat "aku bisa melihat mata biru terang milikmu stella" suara itu terasa hangat berhembus di telingaku, membuat sebuah kesan erotis, aku mendesah geli, genggaman tangannya kini meraih pipiku, memegang nya lembut, aku merasakan hembusan nafas cody semakin dekat. Tapi.. aku benar2 tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, ini..ini benar2 gelap, hidungku terasa bertabrakan dengan hidung milik cody, aku menarik kaos nya dan meremasnya kuat, sesuatu yang basah dan lembap menyentuh gundukan bibirku, cody menggulumnya lembut dan mengigitnya pelan "ssshh" aku mendesah menerima ciumannya, cody semakin membuat ciuman ini panas, dia mengelus rambutku dan menarik pinggangku untuk masuk kedalam pelukannya "co..cody I can't breath" ujarku sesak, cody perlahan melepaskan ciumannya "I Love you ella" ujarnya langsung memelukku, aku hanya diam dan mencoba mengatur nafasku. Rasanya jantungku terpompa lebih cepat saat mendengar perkataannya. Jujur, belakang ini aku memang memiliki rasa lebih terhadapannya, bagiku cody mampu membuatku kembali tertawa lepas, membuatku merasa jika aku tidak pernah sendiri, aku mengelus rambutnya pelan "stella, kau mendengarku ? Aku mencintaimu" ulangnya lagi "iya cody aku dengar. I love you too" ujarku semakin menenggelamkan kepalaku didalam dada bidannya, mendengar detak jantungnya yang seperti sebuah melody, desiran darahnya yang seperti gulungan ombak dilaut sana "will you be my girlfriend ?"
"yes I will" ujarku mengiyakan. Cody mengecup puncak kepalaku lembut "ini hadiah terindah di usiaku yang ke 19. Trimakasih" ujarku sedikit melonggarkan pelukanku "dan ini hari terindah dalam hidupku" ujar cody mengecup keningku lembut "ternyata ciumanmu cukup buas, bisa aku mencobanya lagi ?"tanya cody sembari menggaruk tengkuk lehernya "tentu saja.. Tidak haha" ujarku menjulurkan lidah, cody hanya memajukan bibirnya dan mendesah "cuup" aku mencium bibir nya cepat "bisa lebih lama ?" ujarnya dengan senyuman nakal "cody, kau ini" ujarku mencolek pipi cody dengan coklat diatas kue tartku "hmm, mau perang rupannya" cody mengambil coklat diatas kue lalu hendak meletakannya diatas wajahku, aku berlari menuruni kasur lalu menyalakan lampu ''no cody, aku sedang tidak ingin perang" ujarku sembari berlari menghindarinya. Kami seperti anak kecil sekarang, berlari melewati dapur, ruang makan, ruang santai, saling melempar bantal dan tertawa lepas bersama "haha, kena kau" cody menangkapku di balkon kamar, dia memeluk pinggangku erat "haha, aku akui kau memang hebat" ujarku meletakan tangan diatas tangannya "jam 01.00, LA indah bukan dimalam hari ?" ujar cody mencium leherku "indah" jawabku seadannya "bersiaplah, kita akan jalan2 sekarang" aku berbalik menatap mata aquanya "jam 1 pagi ? Kau serius ?"tanyaku kaget "tentu saja, lagipula LA tidak pernah tidur bukan ?" ujar cody lalu kembali memajukan bibirnya, aku mendorong dada pelannya "kau bilang aku harus bersiap kan, jadi tunggu disini" ujarku lalu meninggalkannya..

No comments:

Post a Comment