Paradise pict

Paradise pict

Friday, February 8, 2013

Part 13

WLMP (Part 13)

#Author P.0.V

Gadis pemilik manik biru itu terlihat marah pada seorang yang mengenakan baju kemeja, mereka berdebat sengit di depan jalan dekat sebuah rumah sederhana bergaya klasik. "kau tidak mengangkat telponku lalu pergi ke rumah dia ?" pria berambut itu terlihat membantingkan hp yang sejak tadi ia pegang "lalu apa urusanmu ? Kau bukan kekasihku. Aku datang kesini karna ini urusanku. Berhenti menggangguku oke" ujar gadis bermata biru itu marah, dia lalu pergi. Namun belum sempat kakinya melangkah jauh, sebuah cengkraman kembali menghentikan langkahnya "aku seperti ini karna aku peduli" ujarnya dengan suara yang lebih lembut, mata biru milik gadis bermana stella itu bertemu dengan manik aqua eyes milik pria yang bernama cody. Pria itu menatap sayup kearahnya, mengisyaratkan sebuah kata seperti -pahami maksudku- "berikan aku 1 alasan'' ujar stella menahan emosinya, cody hanya diam tak bergeming. Menghembuskan nafas panjangnya "aku tidak bisa" ujarnya terasa sesak. "hah ? Tidak bisa ?kau seperti ini padaku tanpa alasan ? Kau pikir aku boneka yg bisa kau mainkan ? Open your eyes cody" ujar stella sinis, stella lalu menepis tangan cody kasar, lalu hendak menyebrangi jalan untuk kembali ke dalam rumah steve. Entah apa yang ada difikaran gadis itu sekarang dia menyebrang tanpa melihat kearah sekitar. Sebuah mobil berkecepatan tinggi terlihat seperti akan memangsa stella. "stella !" teriakan itu menghentikan langkah stella.. Dan, sebuah dorongan keras seakan membanting kan tubuhnya kebahu jalan. Mata stella tertutup rapat, pikirannya mulai kabur. Apa aku sudah mati ? Apa aku mati karna tertabrak ?. Batin stella, rohnya seakan melayang meninggalkan tubuhnya. "buka matamu, kau aman" suara itu terdengar hangat dan nyaman dikuping stella, suara yang tidak asing itu bergema nyaring di dalam otak stella. Stella mencoba membuka matanya perlahan, tapi.. Terasa berat, namun sebuah pelukan terasa hangat di tubuh stella. Pelukan yang sepertinya sudah lama menghilang namun kembali lagi, aroma farpumnya menyeruak ke hidung stella. Mengingatkan dia akan seseorang. "ayo, buka matamu. Kau aman stella" suara itu kembali terngiang di kupingnya. Kini dia mencoba kembali membuka matanya, perlahan sebuah cahaya mulai terlihat, agak buram namun tak lama sedikit lebih jelas. Lagi lagi, matanya kini bertemu dengan mata menyejukan milik cody. Pria itu tepat ada diatas tubuh stella, memeluk tubuhnya dengan hangat "co..cody" lirihnya parau. "ini yang aku tidak mau, dan ini sebabnya aku ingin menjagamu" ujar cody lebih menekan tubuhnya pada stella. "cody, a..aku sulit ber..nafas" ujar stella terbata bata. Cody merenggakan pelukannya dan bangkit berdiri. "jika aku tidak ada mungkin kau sudah mati" ujar cody, stella hanya diam tanpa membalas ucapan cody. Rasanya kini stella seperti tidak bisa marah dan berkata keras lagi, mengingat ialah yang menyelamatkan nyawa nya tadi. "apa kepalamu terbentur ?" tanya cody memegang dahi stella lembut. Stella menggelengkan kepalanya tanda tidak "trimakasih" kata itu keluar dengan lancarnya dari bibir mungil milik stella, cody hanya melebarkan senyumnya lalu membantu stella berdiri. "aku harus kembali menemui steve" ujar stella mencoba berdiri dengan tubuh tegap. Kepalanya sedikit pusing, mungkin karna kaget atau entahlah yang jelas stella seperti seorang yang tengah mabuk. "steve pergi" ujar cody, stella menautkan halisnya heran. Matanya menyusuri halaman rumah steve teliti. Motor besar itu tidak terparkir apik lagi disana. Kemana steve ? Bukankah dia sakit ? Dan kenapa dia tidak melihatku disini ? . Pertanyaan itu muncul dengan refleknya di otak stella membuat sebuah tanda tanya besar "sudah, mungkin steve sedang mencari udara segar. Biar aku yg mengantar pulang" ujar cody merangkulkan tangan kekarnya di pundak stella. Ada perasaan nyaman saat tangan cody memeluk pundak stela. mungkin kalian berfikir stella adalah seorang wanita murahan. Tapi jujur, perasaan nyaman itu terasa jelas dibanding dengan steve. "jangan marah terus padaku" ujar cody memecahkan keheningan didalam mobil. "mungkin, aku tidak janji. Tapi aku hutang 1 nyawa padamu" ujar stella dengan senyum cantiknya. "lupakanlah" ujar cody sekenanya. Mobil itu pun melaju membelah kota LA ~

next

No comments:

Post a Comment