Paradise pict

Paradise pict

Friday, February 8, 2013

Part 17

Like my promise (part 17)

Author pov

Gadis berambut panjang itu menaiki lift untuk menuju ke apartmennya di lantai 14, dia mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak. Keringat dingin mulai bercucuran ditubuhnya, rasanya udara sangat sesak. 'ting' pintu lift terbuka tepat dilantai 14. Gadis bernama stella ini segera keluar untuk menuju kamarnya. Dia berlari kecil menyusuri lorong apartmen, masihseperti tadi. Dia merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Stella menekan beberapa kata sandi di pintu apartmennya. Saat terbuka stella hendak melangkah masuk. Namun ada sebuah dorongan yang membuat pintu itu semakin terbuka lebar

Stella pov

Aku menekan beberapa kata sandi di pintu apartmenku, tanganku rasanya bergetar saat menekan tombol2 itu. Saat pintu terbuka sedikit, seseorang memeluk pinggangku lalu mendorongku masuk cepat kedalam kamar, dia mendorong tubuhku menjauhi pintu. Masih pada posisi memeluk. "bagaimana harimu ?" suara itu terdengar sexy ditelingaku, membuat satu sengatan di leherku. Hembusan nafasnya menyentuh leherku hangat. Aroma Farpum ditubuhnya mengingatkanku pada sosok yang aneh namun unik. Cody. "sem..purna, a..aku bahagia bersama steve" jawabku jujur, namun rasanya kata2 itu keluar berat dari mulutku "kau bahagia dengannya ?" tanya cody, dia masih memeluk pinggangku hangat, aku hanya menganggukan kepalaku tanda iya. Perlahan pelukan itu melonggar "Aku tau steve bermalam disini, aku tau kau sengaja mematikan semua lampu dan membuat skenario seakan akan kau memang sendiri. Tapi kenapa kau harus melakukan hal ini ? Berbohong padaku" ujarnya dengan nada sedikit keras, aku membalikan tubuhku lalu menangkah manik aqua milik cody "ini hidupku, bukan hidupmu. Aku bebas melakukan apapun, aku bukan anak kecil yang harus dijaga, aku bisa menjaga diriku sendiri" ujarku menatap matanya tajam "sudah kubilang berkali2. Aku seperti ini karna aku peduli. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpamu"
"lalu berikan aku 1 alasan untuk memahaminya !" aku berucap lantang, laki2 berambut emas dihadapanku hanya menundukan wajahnya dan menjambak rambutnya "kenapa hah ? Kenapa kau tidak pernah memberikanku alasan ? Kau posesif padaku dengan alasan yang tidak jelas. Kau sama saja seperti steve. Apa semua laki2 di dunia seperti ini ?" aku berucap sinis pada cody, cody mendongak kepalanya dan mendorong tubuhku kesudut ruangan "jika aku beri tau alasanku. Aku yakin kau tidak akan percaya" ujarnya menatap dalam mataku, nafasku berasa tidak beraturan sekarang, jantungku berdegup kencang. Kenapa aku selalu merasakan hal ini disaat cody ada didepanku ? Oh god, aku kenapa ? Sadar stella sadar ! Aku mencoba membangunkan kesadaranku yang melemah "aku hanya membutuhkan alasan, tidak lebih"ujarku lalu mendorong tubuhnya "sampai kapan pun aku akan selalu menjagamu, memperhatikanmu dan ada untukmu. Aku hanya ingin kau baik2 saja. Kau dengar ? Aku ingin kau baik2 saja" cody mengucapkan kata2 itu dengan mulus, hampir tidak ada jeda. Dia seperti mengatakan itu dari dalam hatinya, aku mendudukan bokongku di bibir kasur. Aku benar2 tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara cody dan steve, apa yang harus aku lakukan ? Setiap aku bertanya mereka berdua tidak pernah menjawab, mereka selalu mengalihkan pembicaraan. "apa kau melakukan hal yang sama pada kylie ? Menjaga dan memperhatikannya ?"tanyaku melirik ke arah cody. Cody hanya menghela nafas panjang lalu menghampiriku "setiap pria pasti akan melakukan hal itu jika dia mencintai orang tersebut" ujarnya lembut, aku menatap getir ke arahnya "dan aku melakukan itu padamu" lanjutnya lagi, aku menatap mata damai miliknya "apa maksudmu ?"tanyaku bingung, cody hanya kembali menundukan wajahnya, meninggalkan pertanyaan besar diotakku. "dreeet" I-phoneku bergetar, membuyarkan pikiranku dan cody "halo aunt grace" ujarku saat mengetahui aunt grace yang menelpon "aunt, kenapa menangis ?"tanyaku bingung sangat mendengar suara aunt grace seperti sedang menangis. "apa ? Tidak aunt, itu tidak mungkin" ujarku kaget, rasanya duniaku runtuh saat mendengar aunt grace mengatakan hal itu. Butiran bening disudut mataku seakan meluncur dengan mulusnya. Pandangku buram, aku shock mendengar ini, semakin buram dan aku pun tidak mengingat apa yang terjadi "stella ? Kau kenapa ?" suara cody sempat terdengar sebelum akhirnya aku benar2 tidak mendengar suaranya lagi ~


next

No comments:

Post a Comment