Paradise pict

Paradise pict

Monday, March 18, 2013

Part 31 (2)

Like My Promise (Part 31) 

Stella pov

Gila, ini benar2 gila ! Aku Menikah mendadak tanpa ada saksi. Hanya aku,cody,bibi grace dan paman erick. Kami ber 4 ada di dalam Gereja sekarang, paman erick baru saja menjemput kerabatnya yang kebetulan seorang pendeta. Jam menunjukan pukul 8. Dan kini aku berdiri di depan altar bersama cody, bersama pria yang benar2 aku cintai. Jujur aku bahagia, bahkan sangat bahagia, tapi apa ini yang harus hadapi ? Menikah tanpa sepengetahuan orang tua. Maksudku, tidak ada restu. Aku takut jika akhirnya pernikahan ini hanya menjadi malam petaka untuk kehidupanku. Tuhan, aku tau ini semua kehendak-MU, aku mengikuti dan semoga Kau memberkati pernikahan ini. Amin, aku melantunkan sepenggal doa itu "saudara cody robert simpson. Bersediakah anda menjadi suami dari wanita yang bernama Stella summer collin ?'
"Ya, saya bersedia"
"menjaganya dengan sepunuh hati. Melewati suka duka bersama sama ?'
"saya akan menjaganya sepunuh hati, dan berjanji akan melewati suka duka bersamanya"
"Saudari Stella summer collin. Bersediakan anda menjadi istri dari pria bernama Cody robert simpson ?"
"Ya saya bersedia"
"Melayaninya dengan sepenuh hati. Melewati suka duka bersama ?"
"saya akan melayaninya dengan sepenuh hati. Dan melewati suka duka bersamanya"
"Demikianlah kalian bukan 2 melainkan satu. Hendaklah kalian saling menjaga dan mencintai. Semoga pernikahan ini menjadi berkat dalam kehidupan kalian. Amin" sang pendeta meletakan tangannya di atas kepalaku dan cody. Memberi doa atas pernikahan kami. "saudara cody, sekarang wanita ini resmi menjadi istrimu. Silakan cium istrimu" sang pendeta mengelus pundak cody. Cody berbalik dan menatap mataku, wajahnya terlihat lelah. Tapi itu tidak menghilangkan ketampanannya. Aku tersenyum dan menatap wajah damainya. Dia suamiku, ya Tuhan aku sudah mempunyai suami sekarang dan aku sangat mencintainya. Jika aku memiliki kekuatan, aku ingin menghentikan waktu disini. Bahagia bisa memiliki dirinya sepenuhnya "cup" cody meletakan bibirnya di atas bibirku menggulumnya lembut "sekarang kau istriku. Dan tidak ada lagi pria lain yang boleh mendekatimu. I love you" cody berbisik lembut di telingaku, memberikan sengatan kecil yang menggelitik. Aku tersenyum dan menenggelamkan kepalaku di dada bidangnya..

***

"Sial, apartmennya kosong ! Alli kemana kakamu pergi ?" wanita itu terlihat kesal, wajahnya seperti tomat yang benar2 matang "ku bilang aku tidak tau kylie. Lagipula cody sudah dewasa" alli tersenyum kecut menatap kylie "kau itu terlalu keras kepala. Tadi aku sudah bilang kan, kalau cody pasti tidak ada di apartmen stella. Sudahlah, lebih baik kita pergi sekarang"

"kau gila ? Aku tidak mungkin ikut ke aussie denganmu sampai bayi ini lahir. Aku butuh pertanggung jawaban cody"
"4 bulan lagi bayimu lahir kan ? Sudahlah, biarkan cody menenangkan otaknya selama 4 bulan kedepan. Kita urus bayimu di aussie saja, lagipula di aussie tidak ada yang mengenalmu. Atau mungkin kau mau menanggung malu ?" Alli menaikan halisnya, menatap wajah kylie tajam "tapi aku ingin 4 bulan kedepan cody menikahiku. Apapun alasannya aku tidak peduli"
"mudah saja, cody pasti akan tanggung jawab jika bayi itu benar2 anaknya. Well, lebih baik kita pulang. Kita harus terbang ke aussie besok pagi"

***

"kita menginap disini ?" stella mengangkat gaunnya sambil menaiki beberapa anak tangga "iya, kita menginap disini sampai besok pagi" cody tersenyum sambil memegang tangan stella erat "besok, kita bisa menempati rumah baru kita"
"rumah baru ?"
"iya, aku baru saja membeli rumah. Tapi rumah itu lumayan jauh dari pusat kota. Hanya ada sekitar 8 rumah disana" cody menjelaskan dengan sedikit berfikir "8 rumah ?"
"iya 8 rumah, dan baru terisi 4. Itu pun jaraknya berjauhan. Aku hanya ingin jauh dari kebisingan kota. Kita akan merasa benar2 berdua disana" cody memeluk stella dan mengecup lehernya. "aku ingin ganti baju. Gaun ini berat" gerutu stella sambil mengangkat gaun panjangnya kasar "ini, kaos dan celana punyaku. Pakailah. Tak apa kan ? Kita tinggal dadakan, tidak membawa apapun. Tapi aku sudah menyiapkan semuanya dirumah baru kita nanti"
"oke, jangan liat. Aku mau bertukar pakaian"
"tentu saja aku boleh melihatnya. Kita suami istri sekarang" cody tersenyum nakal. Stella memutar kedua bola matanya kesal "aku ganti baju dikamar mandi saja" ujarnya seraya berjalan menuju kamar mandi "sayang, cepat atau lambat. Aku akan melihatnya" cody berteriak dari kamar, suarnya terdengar nyaring di kamar mandi, stella menutup wajahnya dengan baju karna malu.

No comments:

Post a Comment